Investasi Telkomsel di Gojek Berpotensi Tumbuh Eksponensial

    Ade Hapsari Lestarini - 11 Mei 2021 13:07 WIB
    Investasi Telkomsel di Gojek Berpotensi Tumbuh Eksponensial
    Foto: ilustrasi.



    Jakarta: Investasi anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk yakni Telkomsel ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek dinilai sangat tepat. Perseroan dinilai harus melakukan diversifikasi usahanya, yakni dengan berinvestasi di perusahaan digital.

    Tahun lalu, Telkomsel sudah menempatkan dana sebesar USD150 juta. Kini, operator selular terbesar di Asia Tenggara tersebut 'membenamkan' investasinya di Gojek dengan nilai USD300 juta. Sehingga total investasi Telkomsel yang sudah diinvestasikan di perusahaan decacorn terbesar di Indonesia tersebut mencapai USD450 juta.

     



    Senior Analis PT MNC Sekuritas Victoria Venny menuturkan, sebenarnya tak hanya Telkomsel saja yang melirik perusahaan digital. Saat ini perusahaan besar, baik itu lokal maupun internasional berlomba-lomba berinvestasi di perusahaan digital.

    Tercatat, Group Djarum, Astra, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan SEA Group juga sudah terlebih dahulu berinvestasi di perusahaan digital. Bahkan baru-baru ini EMTK dan SEA Group juga menambah investasinya di beberapa perusahaan digital nasional. EMTK dan Telkomsel melakukan investasi di perusahaan digital karena melihat potensi ekonomi digital Indonesia yang masih bisa tumbuh.

    "Potensi dana yang bisa diinvestasikan Telkomsel sangat besar. Saat ini Telkomsel merupakan perusahaan telekomunikasi yang memiliki cash terbaik di Indonesia. Jika mereka hanya berinvestasi di infrastruktur telekomunikasi, maka potensi pertumbuhannya sudah bisa diukur. Pertumbuhan perusahaan yang sudah mature paling besar hanya lima persen. Namun berbeda ketika mereka berinvestasi di perusahaan digital. Potensi pertumbuhan rintisan ini bisa eksponensial," ungkap Venny, Selasa, 11 Mei 2021.

    Lanjut Venny, saat ini adalah waktu yang sangat tepat bagi Telkomsel untuk investasi di perusahaan digital nasional. Selain potensi pertumbuhan industri digital yang masih sangat terbuka luas, kini valuasi dari perusahaan digital yang ada masih sangat menarik dan memiliki potensi tumbuh secara eksponensial.

    "Jika kita melihat rekam jejak perusahaan digital seperti Gojek dan Tokopedia, mereka belum 10 tahun saja valuasinya sudah melebih market cap dari Telkom. Kalau Telkomsel hanya berinvestasi di infrastruktur telekomunikasi saja maka mereka tak akan bisa berkompetisi. Itu yang menjadi pertimbangan Telkomsel berinvestasi di perusahaan digital," ungkap Venny.

    Pengamat pasar modal ini memprediksi pertumbuhan perusahaan digital yang fokus memberikan layanan kebutuhan masyarakat Indonesia masih sangat menjanjikan. Contohnya TaniHub atau Sayur Box. Dengan TaniHub dan Sayur Box, perusahaan rintisan tersebut berhasil memangkas rantai pasok serta menghubungkan antara pembeli dan petani. Contoh perusahaan digital lainnya yang bisa tumbuh signifikan di mata Venny adalah HaloDoc dan SiCepat.

    "Di saat pandemi covid-19 masih terjadi, masyarakat Indonesia mau tidak mau sangat tergantung pada perusahaan digital. Terlebih lagi ketika ingin memenuhi kebutuhann sehari-hari. Saat ini saya untuk konsultasi dengan dokter dan membeli obat sudah melalui Aplikasi Halodoc. Sehingga potensi pertumbuh perusahaan digital yang menyentuh kebutuhan masyarakat masih sangat besar," pungkas Venny.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id