OJK Minta Lembaga Jasa Keuangan Tingkatkan Efisiensi

    Husen Miftahudin - 16 Februari 2021 11:46 WIB
    OJK Minta Lembaga Jasa Keuangan Tingkatkan Efisiensi
    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: tangkapan layar youtube



    Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta lembaga jasa keuangan meningkatkan efisiensinya. Hal ini seiring dengan perkembangan ekonomi digital yang meningkat pesat.

    "Hal itu agar lembaga jasa keuangan mampu beradaptasi atas perubahan lingkungan bisnis agar dapat terus bersaing dan menjawab kebutuhan pasar akan layanan keuangan yang cepat, mudah, murah, andal, serta berorientasi konsumen," ungkap Wimboh dikutip dari laman instagram resmi OJK @ojkindonesia, Selasa, 16 Februari 2021.




    Terkait hal ini, OJK punya enam fokus kebijakan untuk mengakselerasi transformasi digital di sektor jasa keuangan. Pertama, mendorong inovasi dan akselerasi transformasi digital sektor jasa keuangan.

    Langkah pertama ini dilakukan melalui optimalisasi regulatory sandbox dan OJK Infinity, serta mendukung inovasi produk, jasa, dan model bisnis oleh lembaga jasa keuangan termasuk melalui transformasi digital. Selain itu, OJK juga mendorong kolaborasi para pelaku di sektor jasa keuangan untuk melakukan inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat.

    Kedua, mengembangkan pengaturan yang mendukung ekosistem sektor keuangan digital. Antara lain terkait dengan standar tata kelola dan manajemen risiko teknologi informasi, kerja sama antarpihak dalam keuangan digital seperti dalam penerapan Application Programming Interface (API), serta bentuk dan metode pengawasan yang diterapkan khususnya pada sistem keuangan digital.

    "Termasuk pengawasan prudensial/market conduct, dan pemanfaatan Supervisory Technology (Suptech) dan Regulatory Technology (Regtech). Hal ini dilakukan agar tercipta ketentuan yang adaptif dan forward looking terhadap implikasi perkembangan teknologi dan  inovasi yang berkembang saat ini maupun di masa depan," paparnya.

    Ketiga, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor jasa keuangan seiring dengan perkembangan industri digital dengan menyediakan sertifikasi dan beragam program peningkatan kapasitas bagi pegawai maupun pimpinan lembaga jasa keuangan, serta mendorong peningkatan kapasitas secara in-house dan sertifikasi internasional untuk mendorong lembaga jasa keuangan menyiapkan sumber daya manusianya di era digital.

    Dalam hal ini OJK akan menerbitkan Cetak Biru Pengembangan SDM Sektor Jasa Keuangan (SJK) yang bertujuan untuk meningkatkan awareness dan merubah mindset SDM SJK seiring dengan pemanfaatan teknologi digital dalam bisnis sektor jasa keuangan yang dinamis, menciptakan SDM SJK yang agile, kompeten, unggul serta berdaya saing nasional dan global, dan memenuhi skills demand dan talent gap SDM di sektor jasa keuangan baik yang berasal dari bidang pendidikan, pelatihan, asosiasi, institusi maupun industri.

    Keempat, memperkuat peran riset untuk mendukung inovasi dan transformasi digital sektor jasa keuangan dengan mengeksplorasi pemanfaatan teknologi baru dalam produk, jasa, dan model bisnis keuangan maupun dalam pengembangan metode pengawasan sektor jasa keuangan serta mengeksplorasi key success factor dalam melakukan transformasi digital di lembaga jasa keuangan maupun regulator untuk mendukung penyusunan kebijakan OJK yang mendukung inovasi dan transformasi digital di SJK dalam rangka menciptakan SJK yang berdaya saing tinggi.

    Kelima, mengakselerasi penerapan pengawasan berbasis teknologi informasi (Suptech) di OJK dan pemanfaatan Regtech oleh lembaga jasa keuangan. Suptech mendorong kinerja otoritas ke arah data driven dengan tetap memperhatikan tingkat kompleksitas, ukuran, dan kesiapan serta perkembangan industri jasa keuangan yang diawasi. OJK akan terus mengembangkan penerapan suptech dengan menggunakan teknologi terkini secara bertahap baik untuk perizinan, pelaporan, maupun pengawasan.

    "Antara lain dengan mendorong interoperabilitas regtech dan suptech, pengembangan infrastruktur data maupun jaringan. Selain itu OJK juga akan mendorong SDM pengawasan yang unggul di era digital," jelas Wimboh.

    Terakhir, melakukan business process reengineering untuk peningkatan kualitas perizinan, pengaturan, dan pengawasan. Untuk merespons kebutuhan industri terkait percepatan perizinan dan efisiensi pelaporan serta penyesuaian dengan perkembangan teknologi, OJK mengembangkan perizinan terintegrasi berbasis teknologi, otomatisasi pelaporan, dan peningkatan kualitas pengawasan dengan mempergunakan data lembaga jasa keuangan yang terintegrasi.

    "Selain itu, percepatan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) akan meningkatkan kapasitas organisasi menuju organisasi yang andal untuk peningkatan kualitas teknologi, organisasi, dan SDM OJK," pungkas Wimboh.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id