Pendapatan Bunga Topang Laba BTPN 47% di Semester I

    Ade Hapsari Lestarini - 29 Juli 2021 06:15 WIB
    Pendapatan Bunga Topang Laba BTPN 47% di Semester I
    Foto: Grafis Medcom.id



    Jakarta: PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mencatat kenaikan pada pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya. Hal ini mendorong diperolehnya laba bersih BTPN tumbuh 47 persen secara year-on-year (yoy) pada semester I-2021.

    Pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar empat persen yoy meningkat menjadi Rp5,59 triliun dalam enam bulan pertama 2021, dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp5,37 triliun.

     



    Sementara itu, pendapatan operasional lainnya juga tumbuh lima persen yoy menjadi Rp960 miliar dari Rp913 miliar, yang terutama berasal dari peningkatan pendapatan fee. BTPN juga menjaga efisiensi operasional usaha, sehingga beban biaya operasional relatif sama dengan tahun lalu.

    Selain itu, laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun menunjukkan peningkatan menjadi Rp1,64 triliun pada enam bulan pertama 2021 dari Rp1,12 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

    "Pencapaian pertumbuhan laba bersih BTPN pada semester I-2021 merupakan hasil dari strategi bisnis kami untuk bisa tangkas dan adaptif dalam upaya menyesuaikan diri dalam menghadapi tantangan pandemi yang belum berakhir ini. Kami juga melihat optimisme terhadap perbaikan ekonomi yang akan kembali pulih seiring dengan semakin banyaknya anggota masyarakat yang mendapat vaksin," kata Direktur Utama BTPN Ongki Wanadjati Dana, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 29 Juli 2021.

    Pertumbuhan pendapatan bunga bersih BTPN ditopang oleh penurunan beban bunga sebesar 40 persen yoy jadi Rp1,88 triliun pada enam bulan pertama 2021. Hal ini sejalan dengan tren suku bunga acuan Bank Indonesia yang juga menurun.

    Penurunan beban bunga juga tercermin dari meningkatnya saldo dan rasio Current Account  Saving Account (CASA). Bank BTPN mencatat CASA, atau sumber dana murah, di level sekitar Rp28,29 triliun pada akhir Juni 2021, naik empat persen yoy dari Rp27,23 triliun, sementara time deposit turun delapan persen yoy menjadi sekitar Rp68,36 triliun.

    Dengan demikian rasio CASA meningkat menjadi 29,3 persen pada akhir Juni 2021 dari 26,9 persen pada periode yang sama tahun lalu. Secara total, dana pihak ketiga BTPN turun lima persen yoy menjadi Rp96,64 triliun pada akhir Juni 2021 dari Rp101,40 triliun.

    Penurunan dana pihak ketiga sejalan dengan upaya BTPN untuk memenuhi kebutuhan pendanaan kredit. Dengan permintaan kredit yang masih rendah akibat dampak dari pandemi, total kredit yang disalurkan BTPN per akhir Juni 2021 turun 10 persen yoy ke posisi Rp135,57 triliun.

    Selain itu perseroan juga menjaga kualitas kredit tetap baik, seperti tercermin dari rasio gross NPL yang berada di level 1,46 persen, masih relatif rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 3,35 persen pada akhir Mei 2021.

    BTPN juga menjaga rasio likuiditas dan pendanaan berada di tingkat yang sehat, dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 237,8 persen dan net stable funding ratio (NSFR) 116,1 persen per 30 Juni 2021. Perseroan mencatat penurunan aset sebesar lima persen (yoy), dari Rp185,19 triliun menjadi Rp175,93 triliun, dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) 27,4 persen.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id