Penurunan Suku Bunga Acuan Belum Signifikan Turunkan Bunga Kredit

    Angga Bratadharma - 31 Juli 2020 13:11 WIB
    Penurunan Suku Bunga Acuan Belum Signifikan Turunkan Bunga Kredit
    Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) terus melakukan sejumlah langkah terutama melalui bauran kebijakan moneter guna menggerakkan roda perekonomian yang terpuruk akibat pandemi covid-19. Salah satunya adalah dengan menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse Repo Rate.

    Paling baru, BI menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi empat persen pada 15-16 Juli 2020 lalu. Padahal, belum genap sebulan BI menurunkan suku bunga menjadi 4,25 persen. Hal itu dilakukan guna merangsang peningkatan konsumsi masyarakat yang lesu akibat covid-19.

    Kebijakan moneter yang diambil itu tentu dengan harapan suku bunga kredit perbankan bisa turun dan nantinya masyarakat terdorong mengambil kredit lantaran suku bunganya lebih murah. Selain mendorong pertumbuhan kredit, pemangkasan suku bunga BI akan mengakibatkan penurunan minat masyarakat untuk menyimpan uang di deposito. Hal ini bertujuan meningkatkan perputaran uang di masyarakat.

    Mengutip riset Lifepal, Jumat, 31 Juli 2020, terungkap dampak pemangkasan tingkat suku bunga baru terlihat secara signifikan dalam jangka waktu di atas tiga tahun untuk penyaluran dana di bank umum konvensional. Penyaluran dana yang dimaksud berupa kredit yang diberikan ke pihak ketiga dan bank lain.

    "Namun uniknya, jumlah simpanan berjangka (deposito) yang ada di bank konvensional juga tetap mengalami pertumbuhan, bukan penurunan," sebut riset Lifepal.

    Penurunan suku bunga tentunya diharapkan berimbas pada peningkatan kredit. Namun, pertanyaannya adalah apakah kebijakan penurunan suku bunga ini langsung mengerek pertumbuhan penyaluran kredit, terutama di masa pandemi covid-19.

    Terhitung sejak Januari hingga April 2020, penyaluran dana kredit bank konvensional yang tertera di laporan OJK baru mencapai 1,96 persen. Seperti diketahui, dalam rentang waktu Januari hingga April, suku bunga BI sudah dipangkas dua kali, yakni dari 5,00 persen menjadi 4,50 persen atau turun 50 basis poin.

    Di sisi lain, meski suku bunga acuan terus dipangkas oleh BI tapi deposito tetap tumbuh walau menunjukkan tren melambat. Dengan adanya pemangkasan suku bunga BI, tentu saja bunga keuntungan dari deposito menjadi berkurang. Jadi, meski jumlah simpanan berjangka tersebut dilaporkan naik, tren pertumbuhannya justru berkurang.

    Lifepal mencatat di sepanjang 2016 persentase simpanan berjangka di bank konvensional tercatat 6,14 persen, sedangkan di 2017 mencapai 6,21 persen. Kemudian, pertumbuhan simpanan berjangka di 2018 hanya 4,9 persen, dan di 2019 hanya 2,9 persen.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id