Industri Fintech Salurkan Pembiayaan Rp93,51 Triliun ke 20,6 Juta Nasabah

    Husen Miftahudin - 24 Agustus 2020 17:15 WIB
    Industri <i>Fintech</i> Salurkan Pembiayaan Rp93,51 Triliun ke 20,6 Juta Nasabah
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri fintech peer to peer lending atau pinjaman online telah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp93,51 triliun per Juni 2020. Pinjaman tersebut disalurkan kepada 20,6 juta nasabah yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

    Selain itu, Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital Sukarela Batunanggar menyampaikan selama semester I-2020 telah terdapat sebanyak 161 pinjaman online yang legal beroperasi di Indonesia. Sebanyak 128 perusahaan di antaranya telah terdaftar, sedangkan 33 lainnya telah memiliki izin dari regulator.

    Ada juga perusahaan inovasi keuangan digital di luar peer to peer lending, yakni fintech urun dana atau equity crowdfunding dengan jumlah perusahaan hingga Juni 2020 tercatat sebanyak 86 perusahaan. Tiga perusahaan fintech urun dana tersebut sudah berlisensi di OJK.

    "Berdasarkan regulasi kami, terdapat 18 model bisnis inovasi keuangan digital di Indonesia, mulai dari pembiayaan UMKM hingga pembiayaan hijau. Perusahaan pembiayaan ini semakin semarak dan beragam, sehingga diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi yang saat ini sedang diakselerasi oleh OJK dan otoritas lainnya," ujar Sukarela dalam rangkaian acara Virtual Innovation Day 2020, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2020.
     
    Guna mendukung pengembangan fintech, sambungnya, OJK juga telah mengeluarkan beberapa kerangka dan aturan. Di antaranya Peraturan OJK (POJK) Nomor 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi atau biasa disebut sebagai regulasi fintech P2P.

    Ada juga POJK 12/2018 tentang Penyelenggaraan Layanan Perbankan Digital oleh Bank Umum atau regulasi digital banking. Lalu POJK 13/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan, dan POJK 37/2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi (Equity Crowdfunding).

    "OJK juga telah membangun kerangka strategis adaptasi suptech (supervisory technology) dan regtech (regulatory technology sebagai alat pemantauan penyelenggara teknologi finansial) di Indonesia," paparnya.

    Sukarela optimistis perkembangan dan inovasi industri jasa keuangan digital di Indonesia akan memberikan nilai tambah dalam meningkatkan akses keuangan dan kemandirian ekonomi masyarakat. "Sehingga pada akhirnya kita akan mampu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dari masyarakat," pungkas dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id