Tanri Abeng: Rotasi Pejabat Bank Mandiri ke BNI Jadi Model Pengembangan SDM

    Annisa ayu artanti - 05 September 2020 15:41 WIB
    Tanri Abeng: Rotasi Pejabat Bank Mandiri ke BNI Jadi Model Pengembangan SDM
    Tanri Abeng - - Foto: Medcom/ Suci Sedya Utami
    Jakarta: Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng menilai pergeseran direksi bank BUM dapat menjadi model pengembangan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan pelat merah. Hal ini menyusul lima bankir senior Bank Mandiri yang menempati posisi strategis di PT Bank Negara Indonesia (BNI).

    “Ditempatkannya top bankir (Bank Mandiri) di bank BUMN lainnya, maka model pengembangan Bank Mandiri bisa diaplikasikan di mana pun. Yang penting Dirut-nya dulu dipilih,” kata Tanri Abeng dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 September 2020.

    Ia membeberkan tak hanya Royke yang ditempatkan di perbankan BUMN tetapi sejumlah bankir lainnya juga telah menempati posisi penting di dalam susunan direksi Himbara (Himpunan Bank Negara) dan perusahaan pelat merah lainnya.

    Menurutnya, bankir Bank Mandiri tak hanya mampu menduduki kursi penting direksi perusahaan BUMN. Namun, melahirkan pejabat negara yakni mantan Menteri Keuangan, Agus Martowardojo dan dua Wakil Menteri BUMN saat ini yaitu Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo.

    Lebih lanjut, sebagai mantan Menteri Pendayagunaan BUMN yang melakukan merger empat bank menjadi Bank Mandiri pada era krisis 1998 silam, ia memang memilih bankir senior dari bank swasta untuk menjadi top leader.

    "Di era krisis saat itu, saya pilih bankir senior sekaligus top leader Robby Djohan dan Agus Martowardojo, yang tidak saja kompeten profesional, tetapi utamanya fokus pada pengembangan sumber daya manusia secara disiplin dan tersistem. Makanya proses management development di Bank Mandiri berjalan secara berkesinambungan hingga kini," jelasnya.

    Selain itu, dengan profesionalitas yang dimiliki para bankir swasta tersebut juga membuat transformasi dan pembangunan sistem yang baik di Bank Mandiri. Bukan saja sistem pengelolaan perbankan, tetapi juga sumber daya manusia yang dijalankan secara kontinu.

    “Jadi kalau sudah ada sistem pimpinannya itu bisa melaksanakan, sistem yang sudah ditetapkan dengan kultur yang baru. Jadi saat itu saya sengaja mengambil orang bukan dari BUMN, supaya kulturnya itu kultur baru, jadi kultur swasta," kenangnya.

    Sebagai bank milik pemerintah, saat ini bank dengan logo pita emas ini dinilai sukses menjadi bank modern dan sekaligus sebagai centre of excellent. Bank Mandiri memiliki manajemen development yang baik dan tata kelola GCG, serta semangat kerja institusi telah menjadi candradimuka para bankir di Indonesia. 
     
    Itu sebabnya tambah Tanri, di Bank Mandiri itu selalu disebutkan ada successor. "Pergantian pemimpin disiapkan, kalau ada yang keluar sudah ada yang siap menggantikan," imbuhnya.

    Menteri BUMN Erick Tohir telah menunjuk Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar menjadi Dirut BNI dan juga menugaskan empat bankir senior Bank Mandiri menjadi Direktur BNI. Rotasi ini dilakukan dengan pertimbangan isu keuangan dan perbankan sangat penting di tengah situasi pandemi covid-19.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id