Kurs Rupiah Melemah Tipis ke Rp14.495/USD

    Angga Bratadharma - 28 Juli 2021 09:36 WIB
    Kurs Rupiah Melemah Tipis ke Rp14.495/USD
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id



    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau melemah tipis ketimbang hari sebelumnya yang berakhir di level Rp14.492 per USD. Mata uang Garuda mampu menahan agar tidak melemah lebih dalam seiring mulai terkendalinya kasus covid-19 di Tanah Air.

    Mengutip Bloomberg, Rabu, 28 Juli 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke posisi Rp14.495 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.490 hingga Rp14.505 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di level Rp14.321 per USD.

     



    Sementara itu, dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Investor menunggu hasil pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve minggu ini untuk sinyal apapun tentang kapan bank sentral akan mulai mengurangi pembelian asetnya.

    Greenback terpangkas 0,263 persen di 92,362 pada perdagangan sore, tetapi masih dalam jarak dekat dari tertinggi 3,5 bulan di 93,19 yang dicapai pada 21 Juli.

    Mata uang AS telah meningkat secara luas selama lebih dari sebulan di tengah ekspektasi bahwa ketika pemulihan ekonomi meningkat, The Fed akan mulai mengurangi dukungan moneternya untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Tetapi peningkatan kasus varian delta covid-19 dapat mengaburkan prospek tersebut.

    "Dolar telah mengalami lonjakan musim panas yang bagus dan saya pikir risiko peristiwa yang ditimbulkan oleh The Fed sudah cukup untuk sedikt menekan dolar," kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo.

    The Fed memulai pertemuan dua hari pada Selasa waktu setempat, diikuti oleh konferensi pers oleh Ketua Jerome Powell pada Rabu waktu setempat.

    “Saya pikir dia hanya akan memberi sinyal ke pasar bahwa mereka telah mendiskusikan ukuran tapering (pengurangan pembelian obligasi), mereka mendiskusikan bagaimana tapering, tetapi mereka masih dalam sikap menunggu dan melihat, mengingat di mana kita berada dalam pemulihan,” kata Analis Pasar Senior Oanda Edward Moya.

    “Jadi, mereka akan mencoba untuk mengalah, tapi saya pikir akan ada beberapa hawkish," pungkasnya.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id