comscore

4 Capaian BI Implementasikan Digitalisasi Sistem Pembayaran

Husen Miftahudin - 11 November 2021 15:38 WIB
4 Capaian BI Implementasikan Digitalisasi Sistem Pembayaran
Ilustrasi logo Bank Indonesia - - Foto: MI/ Susanto
Jakarta: Bank Indonesia (BI) berkomitmen kuat untuk terus melakukan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran dan mengintegrasikan ekonomi keuangan digital secara end to end, baik yang dilakukan oleh perbankan digital, industri sistem pembayaranfinancial technology (fintech), uang elektronik, maupun e-commerce.

"Dengan itu, terdapat empat capaian penting dalam implementasi digitalisasi sistem pembayaran ini dalam mendukung inovasi dan mengintegrasikan ekonomi keuangan digital nasional," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Opening Ceremony Bulan Fintech Nasional (BFN) dan Indonesia Fintech Summit 2021, Kamis, 11 November 2021.

 



Pertama, perluasan QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai satu-satunya standar yang berlaku untuk pembayaran di Indonesia. Sampai awal November 2021, jumlah pedagang (merchant) yang memanfaatkan QRIS mencapai sebanyak 12 juta.

"Sebagian besar (merchant QRIS) tersebut adalah UMKM, sudah tersambung di dalam platform-platform digital di 34 provinsi dan hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia," paparnya.

Kedua, Standar Nasional Open API Pembayaran atau SNAP sebagai standardisasi Application Programming Interface (API) bagi seluruh penyelenggara sistem pembayaran online yang beroperasi di Indonesia. SNAP ini semakin mempercepat dan memperkuat integrasi, interkoneksi, dan interoperabilitas antarpenyelenggara.

"Siapa pun penyelenggara sistem pembayarannya, maka akan satu bahasa, yaitu dengan SNAP. Apakah itu perbankan digital, fintech, e-commerce, semuanya mendukung dan menggunakan satu bahasa SNAP untuk pembayaran, sehingga semakin memperkuat efisiensi sistem pembayaran nasional," urai dia.

Ketiga, BI-Fast yang rencananya akan mulai diimplementasikan pada pekan kedua Desember 2021. Pada saat diluncurkan, terdapat 22 peserta tahap pertama yang akan mengimplementasikan BI-Fast payment ini. Kemudian setiap enam pekan berikutnya, terdapat 22 peserta lainnya yang akan melakukan hal yang sama.


Perry kemudian menjelaskan BI-Fast merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel yang bekerja secara terus menerus, 24/7, serta merta penyelesaiannya, real time, murah, aman, andal, dan melayani seluruh pembayaran ritel.

"Pembayaran ritel sampai dengan Rp250 juta dengan biaya yang sangat murah, maksimum Rp2.500. Lagi-lagi ini semakin memperkuat integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional secara end to end, perbankan digital, fintech, uang elektronik, maupun juga e-commerce," tegasnya.

Keempat, reformasi regulasi. Bank sentral juga telah mengeluarkan empat Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang ditujukan untuk membentuk ekosistem ekonomi keuangan digital nasional, principle based, dan juga menyederhanakan. Dari 135 ketentuan terkait sistem pembayaran, kini menjadi empat peraturan.

"Kami ingin menciptakan suatu lingkungan bagi bertumbuhnya industri yang kondusif, mendukung inovasi, dan tentu saja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memajukan ekonomi negeri ini dengan kemudahan regulasi dan reformasi perizinan. Itulah niat dan tujuan kami," tutup Perry.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id