Perkuat Ekonomi Masyarakat Minangkabau, OJK Resmikan BWM PPM Al Kautsar

    Husen Miftahudin - 04 April 2021 12:22 WIB
    Perkuat Ekonomi Masyarakat Minangkabau, OJK Resmikan BWM PPM Al Kautsar
    Peresmian Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Kautsar. Foto : OJK.



    Limapuluh Kota: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dan Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatra Barat, meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Kautsar Limapuluh Kota.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan peresmian BWM ini ditujukan untuk memperkuat ekonomi Masyarakat Minangkabau. Khususnya pelaku usaha mikro yang selama ini kesulitan mendapatkan akses keuangan untuk permodalan usaha.






    "Sinergi antara seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam kesuksesan program BWM (Bank Wakaf Mikro), yang memerlukan kerja sama berkesinambungan antara OJK dengan pemerintah setempat, para donatur, LAZNAS, pimpinan pesantren maupun institusi, serta tokoh masyarakat setempat," ucap Wimboh saat meresmikan BWM PPM Al Kautsar Limapuluh Kota, dikutip dari siaran persnya, Minggu, 4 April 2021.

    Menurut Wimboh, keberadaan BWM yang terus tumbuh dan berkembang diyakini akan dapat meningkatkan akses keuangan masyarakat. "Sehingga, mampu mendorong kesejahteraan dan mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional," tuturnya.

    Peresmian BWM Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Limapuluh Kota yang telah beroperasi  sejak 3 Mei 2018 ini dilakukan secara langsung oleh Wimboh bersama Wakil Gubernur Sumatra Barat Audy Joinaldy dan Dewan Pembina PPM Al Kautsar sekaligus Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Buya Anwar Abbas.

    Peresmian dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan juga dihadiri Sekretaris Daerah Limapuluh Kota, Sekretaris Daerah Payakumbuh beserta jajaran Forkopimda Limapuluh Kota dan Payakumbuh, Direksi Bank Syariah Indonesia dan Direktur LAZ BSMU, serta Kepala Perwakilan BI Sumatra Barat.

    Wakil Gubernur Sumatra Barat Audy Joinaldy menyampaikan bahwa keberadaan BWM di Tanah Minang sangat sesuai dengan nilai-nilai masyarakat Minangkabau, yaitu pemberdayaan komunitas melalui Lembaga Keuangan Mikro dengan prinsip syariah. Kehadiran BWM pertama di Sumatra Barat ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem syariah di Tanah Minang.

    "Berbekal modal sosial berupa ikatan komunal yang kuat, model bisnis Bank Wakaf Mikro cocok dengan dua karakteristik masyarakat Minangkabau, yaitu memiliki ikatan yang kuat dengan komunitas terdekatnya dan ketaatan masyarakat atas syariat Islam berdasarkan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," ucap Audy.

    Hingga April 2021, telah berdiri 60 BWM dengan kumulatif penerima manfaat sebanyak 42,6 ribu nasabah dan total pembiayaan Rp62,6 miliar. Adapun BWM PPM Al Kautsar telah menyalurkan Rp1,5 miliar pembiayaan kumulatif kepada 1.120 nasabah.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id