OJK Sebut Bakal Banyak Bank Konvensional Beralih Jadi Bank Digital

    Husen Miftahudin - 26 Februari 2021 16:19 WIB
    OJK Sebut Bakal Banyak Bank Konvensional Beralih Jadi Bank Digital
    Kompetisi di industri jasa keuangan mengarah pada seberapa mudah nasabah mengakses layanan lewat teknologi - - Foto: Medcom



    Jakarta: Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang Widjanarko menyebut akan banyak bank konvensional yang beralih menjadi bank digital. Pasalnya, digitalisasi menjadi keniscayaan karena dapat mempermudah nasabah untuk melakukan transaksi keuangan.

    "Kita tidak mencegah adanya perubahan bank yang mengarah kepada digital bank. Kami pun yakin nanti dari yang tradisional dan konvensional lambat laun akan berangsur pada digital bank, karena semua juga akan berubah ke sana," ucap Bambang dalam Media Briefing OJK secara virtual, Jumat, 26 Februari 2021.






    Menurutnya, ketersediaan produk dan layanan yang memudahkan nasabah lewat digitalisasi menjadi nilai jual perbankan saat ini. Oleh karena itu banyak bank-bank yang berlomba untuk menerapkan digitalisasi produk dan layanan keuangan mereka.

    "Intinya kita memandang bahwa ke depan itu digital banking sudah menjadi pilihan, dan sekarang sudah mulai banyak yang melirik untuk melakukan itu," tuturnya.

    Namun demikian, Bambang belum mengetahui pasti jumlah bank konvensional yang akan mengalihkan proses bisnisnya menjadi bank digital. Di sisi lain ia juga menekankan agar bank-bank yang ada saat ini untuk segera mengimplementasikan digitalisasi pada produk dan layanan keuangan.

    Dalam hal ini, Bambang meminta bank-bank yang belum menerapkan digitalisasi untuk meningkatkan kapasitas permodalan. Jika kesulitan, ia meminta agar bank tersebut melakukan konsolidasi.

    "Poinnya sebenarnya di kita itu adalah mendorong adanya konsolidasi bank, jangan sampai nanti ada bank yang berdiri tapi tidak kuat," tukas Bambang.

    Sebelumnya Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mendorong agar perbankan bisa mengembangkan proses bisnis secara digital. Menurut dia, layanan digital di masa pandemi seperti sekarang ini sangat menjadi andalan bagi masyarakat.

    "Ini kami lihat tidak perlu antre ke bank, mau kirim uang sekolah sudah dari rumah. Apalagi masa pandemi ini semua menggunakan elektronik, kami dorong itu. Dari awal kami juga sudah mendorong digitalisasi keuangan dan kami mendukung," tuturnya.

    Wimboh menambahkan, saat ini sudah banyak bank-bank yang mulai beralih menjadi bank digital. Bahkan beberapa bank telah memfokuskan diri sebagai bank digital seperti Bank BTPN, DBS Indonesia, Bank Jago, hingga Bank Neo Commerce.

    "Kami jelas silakan saja, tapi itu adalah harus menjadi bagian dari bank yang sudah punya lisensi bank. Tinggal nanti silakan saja. Beberapa sudah bicara dengan kami, dan otomatis kami tidak ada masalah sehingga detailnya bisa kami bicarakan," pungkas Wimboh.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id