AXA Mandiri Perkuat Proses Bisnis Usai Terdampak Covid-19

    Angga Bratadharma - 29 Oktober 2020 11:03 WIB
    AXA Mandiri Perkuat Proses Bisnis Usai Terdampak Covid-19
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) memperkuat infrastruktur layanan dan proses bisnis dalam menghadapi dinamika perekonomian nasional sebagai imbas dari pandemi covid-19. Upaya itu diharapkan memaksimalkan laju bisnis di masa mendatang.

    Dalam menjalankan proses bisnis, AXA Mandiri menetapkan standar tinggi yang salah satunya adalah membekali para tenaga pemasar dengan pengetahuan menyeluruh mengenai produk dan serangkaian proses yang harus dilalui, sebelum akhirnya mereka dapat membantu nasabah dalam merencanakan proteksi jangka panjangnya.

    Menurut Direktur Kepatuhan AXA Mandiri Rudy Kamdani salah satu cara yang dilakukan untuk memastikan kualitas tenaga pemasar adalah dengan metode no pass no sell, yaitu tenaga pemasar wajib mengikuti pelatihan dan lulus tes, sebelum dapat memasarkan produk asuransi yang baru diluncurkan.

    "Di samping itu, kami juga terus meningkatkan kapabilitas mereka, tidak hanya terkait dengan pemahaman produk, tetapi juga soft-skill yang akan membantu memperkaya kualitas individu mereka. Selain itu, dilakukan juga peningkatan sistem teknologi informasi perusahaan," kata Rudy, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 29 Oktober 2020.

    Di saat yang sama, AXA Mandiri juga terus berkontribusi dalam membantu meningkatkan indeks literasi asuransi dengan memberikan edukasi mengenai asuransi, melalui serangkaian webinar yang dilakukan sejak awal pademi covid-19. Melalui webinar, AXA Mandiri berupaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perlindungan asuransi yang dibutuhkan.

    Kendati pandemi covid-19 telah menekan perekonomian nasional, di sisi lain, minat masyarakat untuk berasuransi, baik perlindungan asuransi jiwa maupun kesehatan, nyatanya terus meningkat. Hal itu terbukti dari data yang disampaikan AAJI bahwa pada kuartal I-2020 terdapat peningkatan jumlah tertanggung.

    Persentase total tertanggung naik sebanyak 20,3 persen yaitu dari 53,17 menjadi 63,97 juta orang. Sedangkan total uang pertanggungan naik sebanyak 5,6 persen yaitu dari Rp3.859,45 triliun menjadi Rp4.073,79 triliun. Rudy melihat masyarakat Indonesia semakin sadar manfaat berasuransi, terutama setelah merebaknya pandemi covid-19.

    "Melalui penguatan proses bisnis dan sistem teknologi informasi, kami bertekad memberikan solusi perlindungan dan layanan berkualitas kepada nasabah," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id