IHSG Diperkirakan Menghijau saat Semua Mata Tertuju ke BI

    Angga Bratadharma - 18 Februari 2021 09:18 WIB
    IHSG Diperkirakan Menghijau saat Semua Mata Tertuju ke BI
    Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI



    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini, didorong oleh sentimen positif yang datang dari dalam negeri. Investor tengah menanti hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) terkait arah suku bunga acuan atau BI7DRRR.

    "Rilis data yang akan datang adalah BI7DRRR Indonesia yang menurut perkiraan konsensus turun 25 bps menjadi 3,5 persen. IHSG hari ini kami perkirakan berpotensi menguat di dominasi sentimen domestik serta data global yang di atas ekspektasi," sebut Samuel Research Team, dalam risetnya, Kamis, 18 Februari 2021.




    Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena kemunduran yang terjadi di sektor teknologi membebani pasar. Pelaku pasar juga mencermati risalah yang dikeluarkan Federal Reserve terkait kebijakan moneter.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 90,27 poin atau 0,29 persen menjadi 31.613,02. Kemudian indeks S&P 500 turun sebanyak 1,26 poin atau 0,03 persen menjadi 3.931,33. Indeks Komposit Nasdaq turun 82 poin atau 0,58 persen menjadi 13.965,49.

    Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi naik 1,45 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor teknologi tergelincir sebanyak 1,03 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram. Wall Street menyaring risalah rapat yang baru dirilis dari bank sentral AS.

    Pejabat Federal Reserve AS secara luas setuju bahwa kebijakan moneter mudah Fed akan tetap berlaku untuk beberapa waktu, menurut risalah pertemuan kebijakan Fed baru-baru ini. Langkah itu dengan harapan bisa menjaga pertumbuhan ekonomi AS di tengah pandemi covid-19.

    "Para peserta mencatat bahwa kondisi ekonomi saat ini jauh dari tujuan jangka panjang Komite dan bahwa sikap untuk kebijakan perlu tetap akomodatif sampai tujuan tersebut tercapai," kata Fed dalam risalah pertemuan 26-27 Januari, merujuk kepada komite pembuat kebijakan Fed.

    Risalah tersebut juga mencatat bahwa pandemi covid-19 terus menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi AS, termasuk risiko yang terkait dengan jenis virus baru, dan potensi kesulitan dalam produksi dan distribusi vaksin.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id