Tips Menjaga Finansial Rumah Tangga dari Ancaman Resesi

    Husen Miftahudin - 28 September 2020 17:18 WIB
    Tips Menjaga Finansial Rumah Tangga dari Ancaman Resesi
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Ancaman resesi yang menimpa perekonomian Indonesia sudah di depan mata. Sebagian besar pelaku usaha di dalam negeri terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) lantaran tak sanggup bertahan akibat meluasnya dampak pandemi covid-19.

    Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie mengungkapkan bahwa hal yang paling penting dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi adalah dengan menerapkan strategi bertahan terhadap keuangan rumah tangga. Dikutip melalui unggahan akun Youtube Zap Finance, Prita membagikan tips menjaga finansial rumah tangga di tengah ancaman resesi.

    Membuka Sumber Penghasilan Baru

    Menurut Prita, kebanyakan rumah tangga di Indonesia hanya memiliki penghasilan yang berasal dari gaji. Bahkan tak sedikit yang sumber penghasilan rumah tangganya hanya dari gaji kepala rumah tangga atau satu orang saja.

    Dia bilang, keuangan keluarga ini rentan terhadap gonjang-ganjing perekonomian. Bila ditimpa musibah, finansial rumah tangganya bakal morat-marit. Oleh karenanya, Prita menyarankan agar keluarga tersebut membuka peluang sumber penghasilan baru melalui usaha rumah tangga.

    "Misalnya kalau yang tadinya bekerja hanya satu orang, sekarang dua-duanya juga ikut produktif dengan mulai mengaktifkan aset-aset yang kita miliki supaya kita tidak hanya bergantung dari gaji semata," ungkap Prita, Senin, 28 September 2020.

    Membuka Peluang Sumber Penghasilan

    Langkah ini perlu dilakukan agar arus kas (cash flow) keuangan rumah tangga tetap terjaga. Sebab jika saat resesi keluarga tersebut hanya mengandalkan dana darurat, maka finansial rumah tangganya tidak akan bertahan dalam waktu lama.

    Sumber penghasilan baru juga membantu mengisi dana darurat yang terpakai saat keuangan keluarga anjlok. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuka peluang sumber penghasilan.

    "Sumber penghasilan bisa didapat dari banyak hal, misalnya kita bisa mencari pekerjaan tambahan, pekerjaan sampingan (side job), memulai bisnis dari rumah (home business). Apapun yang bisa dikerjakan," tegasnya.

    Bangun Dana Darurat dengan Cash Liquid

    Upaya selanjutnya adalah mengumpulkan dana darurat dengan cash liquid hingga 12 kali pengeluaran rutin bulanan. Dana darurat merupakan penyelamat ekonomi keluarga di masa pandemi seperti saat ini.

    "Kalau pengeluaran rutin bulanan kita Rp5 juta, maka kita kalikan 12. Sehingga dana darurat kita sebaiknya adalah Rp60 juta," ucap dia.

    Meski banyak yang menyebutkan bahwa dana darurat dipersiapkan sebanyak tiga kali pengeluaran rutin bulanan, namun Prita menyarankan agar dana darurat tersebut perlu dikumpulkan sebanyak 12 kali pengeluaran rutin bulanan.

    Sebab, tak ada yang tahu kapan resesi itu akan berakhir. Sehingga, kesiapan dana darurat yang lebih akan membantu ketahanan ekonomi keluarga lebih lama.

    Adapun untuk mengumpulkan dana darurat ini bisa dilakukan dengan mengalihkan dana-dana menganggur dan tidak terpakai. Misalnya dana liburan yang tidak terpakai karena anjuran kesehatan, dan lain sebagainya.

    Bijak saat Berbelanja Rutin

    Bijak saat berbelanja rutin dilakukan dengan mengendalikan pengeluaran. Caranya, hanya membeli sesuai kebutuhan. Langkah ini penting dilakukan, apalagi saat keluarga tersebut memiliki pinjaman.

    "Ingat-ingat, 'if you cannot pay cash, then you can not afford it'. Kalau sampai kita harus dibantu dengan pinjaman untuk melakukan sebuah pembelian, berarti sebenarnya kita belum mampu. Di saat seperti ini, hal-hal yang seperti itu kita harus pilih-pilih dengan baik," urai Prita.

    Membeli Produk Lokal

    Selanjutnya, mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan membeli produk lokal. Dari setiap penghasilan yang diterima, ada baiknya penghasilan tersebut dibagi dengan konsep living, saving, dan playing.

    Pada porsi playing, ada baiknya kita membelanjakan untuk membeli produk-produk lokal. Dengan cara ini, kita bisa membantu perekonomian rekan-rekan yang memiliki UMKM yang mungkin sekarang terkena dampak pandemi covid-19.

    "Jika kita juga kesulitan dalam menata keuangan kita, masih bisa kita bantu dengan cara membantu memasarkan melalui network kita, bisa dari grup Whatsapp, Facebook, Instagram, dan lain sebagainya. Intinya, banyak cara untuk membantu rekan-rekan kita yang memang benar-benar kesulitan di tengah pandemi ini," pungkas Prita.
     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id