comscore

Bos OJK: Tren Kinerja Industri Jasa Keuangan Terus Membaik

Husen Miftahudin - 13 April 2022 15:21 WIB
Bos OJK: Tren Kinerja Industri Jasa Keuangan Terus Membaik
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: MI/Mohamad Irfan.
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan stabilitas sistem keuangan dalam kondisi terjaga dengan kinerja industri jasa keuangan yang dalam tren membaik seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi. Hal tersebut juga didukung oleh kebijakan-kebijakan strategis OJK.

Adapun, intermediasi perbankan per Februari 2022 melanjutkan tren peningkatan dengan pertumbuhan kredit 6,33 persen (yoy). Terutama ditopang oleh kredit UMKM-retail dan korporasi dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 8,75 persen dan 5,83 persen.
"Dana Pihak Ketiga (DPK) meneruskan pertumbuhan double digit sebesar 11,11 persen yang utamanya didukung kenaikan giro sebesar Rp30,1 triliun," ujar Wimboh dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu, 13 April 2022.

Dari Industri Keuangan Non Bank (IKNB), penyaluran pembiayaan meningkat ke level Rp372 triliun dan tumbuh positif sebesar 2,43 persen (yoy). Wimboh menuturkan hal tersebut didorong oleh jenis pembiayaan modal kerja dan investasi dengan mayoritas sektoral mengalami pertumbuhan positif.

Sementara itu, industri perasuransian berhasil menghimpun premi pada Februari 2022 sebesar Rp18,0 triliun dengan premi Asuransi Jiwa sebesar Rp11,9 triliun dan Asuransi Umum Rp6,1 triliun. Penghimpunan dana di pasar modal hingga 5 April 2022 telah mencapai Rp63,93 triliun dengan penambahan emiten baru sebanyak 17 emiten.

Menurutnya, perkembangan pasar modal cukup positif di tengah downside risk sentimen global, ditunjukkan dengan Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) yang mencatatkan rekor all time high di level 7.210,84 pada 8 April 2022 dan menguat sebesar 9,56 persen (ytd).

"Perkembangan tersebut merefleksikan keyakinan investor dan masyarakat terhadap perekonomian Indonesia masih baik. Hal ini juga ditandai dengan aliran dana masuk investor nonresiden di pasar saham dalam tren positif yang hingga 8 April 2022 tercatat menjadi Rp37,52 triliun," jelas Wimboh.

Di sisi lain, risiko kredit per Februari 2022 terjaga dengan NPL gross terpantau sebesar 3,08 persen, sementara rasio NPF Perusahaan Pembiayaan stabil pada level 3,25 persen. Likuiditas perbankan berada pada level yang memadai dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) di level 153,13 persen dan Alat Likuid/DPK di level 34,26 persen pada 30 Maret 2022.

Kata dia, ketahanan permodalan industri jasa keuangan dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan jauh di atas threshold yaitu mencapai 25,82 persen, searah dengan kuatnya permodalan industri asuransi jiwa dan asuransi umum dengan Risk-Based Capital (RBC) masing-masing di level 535,72 persen dan 323,11 persen.

"Demikian halnya dengan gearing ratio perusahaan pembiayaan yang sebesar 1,94 kali," pungkas Wimboh.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id