comscore

Mau Belanja Barang Impor di Akhir Tahun? Simak Dulu Tips Ini

Ade Hapsari Lestarini - 15 Desember 2021 18:35 WIB
Mau Belanja Barang Impor di Akhir Tahun? Simak Dulu Tips Ini
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Jakarta: Periode akhir tahun adalah musimnya berbelanja. Sebagian masyarakat Indonesia memanfaatkan diskon yang diadakan oleh toko lokal maupun internasional.

Namun, terdapat tren yang berkembang, masyarakat Indonesia membeli lebih banyak barang dari luar negeri. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), nilai barang yang diimpor ke Indonesia dalam Januari hingga Agustus tahun ini telah meningkat sebesar 29 persen.

 



Tren pembelian barang impor tentunya tidak lepas dari sistem jaringan pembayaran. Keamanan dan kenyamanan pastinya menjadi salah satu hal yang dicari konsumen.

Country Manager Wise Indonesia, Elian Ciptono mengatakan ketika memilih layanan pengiriman uang, carilah layanan yang menawarkan nilai tukar pasar menengah yang wajar. Selain itu, penting juga untuk memastikan layanan tersebut mempunyai izin yang resmi.

"Wise telah memiliki lisensi sebagai Penyelenggara Transfer Dana dari Bank Indonesia. Pengguna Wise di dunia, dapat mengirimkan uang dari 43 negara termasuk Indonesia, dan juga dapat mengirimkan uang ke 80 negara di dunia," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Desember 2021.

Tips berbelanja di akhir tahun

Siapa pun, apalagi kaum hawa, pasti senang berbelanja. Seperti yang dilakukan dokter dan
akademisi Nadhira Afifa. Jebolan Master di bidang Kesehatan Masyarakat dari Harvard T.H. Chan School of Public Health Amerika Serikat ini, saat berbelanja barang impor lebih memilih langsung, karena merasa lebih nyaman dan aman jika membeli dari sumbernya secara langsung.

Namun, perlu diketahui secara saksama, tata cara berbelanja ala Nadhira agar transaksi bisa lancar dan barang landai dengan mulus ke tangan Anda. Berikut adalah pengalaman dan tips belanja di luar negeri dari rumah, termasuk tips mendapatkan produk dari toko yang tidak mengirim ke Indonesia.

Manfaatkan momentum promo dari luar negeri

Berdasarkan survei Katadata Insight Center (KIC), 34,2 persen konsumen Indonesia menyukai pakaian impor. Sedangkan 42,9 persen konsumen Indonesia menggemari sepatu dari luar negeri.

Di samping itu, menjelang tahun baru, beberapa brand di luar negeri mengadakan promo besar-besaran. Nadhira selalu memanfaatkan momentum tersebut untuk membeli produk fesyen, salah satunya yang baru-baru ini diadakan yaitu Black Friday, pada 26 November lalu.

"Ketika beli barang dari luar negeri biasanya aku memanfaatkan momentum promo besar-besaran seperti Black Friday kemarin. Kalau aku sih beli produk impor disesuaikan dengan kebutuhan dan produk yang tidak tersedia di Indonesia," jelas Nadhira.

Mengetahui biaya cukai yang masuk dari luar negeri

Mengingat setiap barang yang masuk dari luar ke dalam negeri wajib dikenakan pajak, kita
perlu mengetahui terlebih dahulu terkait produk yang dibeli di luar negeri. Melansir ketentuan pajak barang impor dari beacukai.go.id, pemerintah telah menetapkan ketentuan impor terbaru terkait barang kiriman yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK 199/PMK.10/2019.

Dalam aturan ini, Bea Cukai menyesuaikan nilai pembebasan bea masuk atas barang kiriman dari sebelumnya USD75 menjadi USD3 per kiriman. Nadhira menambahkan, pengenaan pajak untuk membeli barang dari luar negeri akan tergantung pada jenis dan harga barang masing-masing.

Pembelian barang impor dari toko online di luar negeri biasanya juga sudah memasukkan biaya Freight On Board (FOB), biaya yang kita keluarkan mulai dari harga barang, ongkos kirim hingga biaya pemuatan ke sarana pengangkut.

"Kemarin aku beli produk fesyen seharga Rp7,9 juta dan dikenakan bea cukai sebesar Rp1,975 juta. Biasanya biaya bea cukai ini langsung dihitung oleh toko online dari luar negeri," tambah Nadhira.

Cara pengiriman dan pembayaran barang dari luar negeri

Pengiriman barang dari luar negeri tentu berbeda dengan dalam negeri, karena jasa pengirimannya lintas negara. Pastikan pedagang dapat mengirimkan sampai ke alamat Anda, berapa biayanya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum Anda melanjutkan ke pembayaran.

Nyatanya, beberapa toko online tidak menyediakan jasa pengiriman barang ke Indonesia. Bagi Nadhira, ketika ia ingin belanja barang impor yang tidak bisa dikirim ke Indonesia, seringkali ia meminta bantuan kepada teman yang tinggal di luar negeri. Kemudian, dia akan mengirim uang ke temannya menggunakan Wise, layanan pengiriman uang yang ia anggap aman, terjangkau, dan transparan.

"Berhubung saya menghindari menggunakan kartu kredit, biasanya saya mentransfer uang kepada teman saya menggunakan Wise, karena kursnya cukup fair untuk kami berdua dan pengiriman uang pun sangat simple dan cepat. Selain itu, progres pengiriman uang juga bisa dilacak sehingga tidak ada trust issue di antara saya dan teman," tutup dia.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id