comscore

Rudiantara: Kehadiran Fintech P2P Dorong Inklusi dan Literasi Keuangan Masyarakat

Husen Miftahudin - 28 Januari 2022 15:59 WIB
Rudiantara: Kehadiran <i>Fintech</i> P2P Dorong Inklusi dan Literasi Keuangan Masyarakat
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Rudiantara mengatakan kehadiran fintech peer to peer lending berguna untuk mendorong inklusi dan literasi keuangan masyarakat yang masih rendah. Adapun indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia saat ini baru sebesar 38,03 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19 persen.

"Fintech peer to peer ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia yang masih rendah sekitar 68 persenan, tapi literasinya lebih parah 38 persen," ujar Rudiantara dalam acara Media Group Network (MGN) Summit 2022 hari kedua yang digelar secara hybrid, Jumat, 28 Januari 2022.
Rudiantara mengakui, rendahnya tingkat inklusi dan literasi membuat masyarakat seringkali terjebak pada pinjaman online (pinjol) ilegal. Ujung-ujungnya, masyarakat dirugikan dengan skema pinjaman online ilegal yang menerapkan bunga denda tinggi hingga intimidasi penagihan dengan ancaman teror kekerasan, penghinaan, serta pencemaran nama baik.

"Karena literasi yang rendah, masyarakat masih dan mudah ditipu oleh pinjaman online ilegal," tukasnya.

Tak hanya itu, tingkat literasi digital masyarakat sampai saat ini juga masih rendah. Salah satunya tercermin dari kabar dan pesan-pesan hoaks yang bertebaran. "Literasi digital kita baik secara umum di masyarakat atau pasar tertentu itu masih rendah, contohnya hoaks yang masih bertebaran dan orang masih percaya," ungkap Rudiantara.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan komitmennya untuk mendorong peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional. Ini tercermin pada Pilar 2 Kerangka Struktural Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2025, yaitu Pengembangan Ekosistem Jasa Keuangan di mana terdapat program 'Memperluas Akses Keuangan dan Meningkatkan Literasi Keuangan Masyarakat'.

Adapun arah strategis dalam SNLKI 2021-2025 disusun dengan mempertimbangkan keberlanjutan beberapa program strategis SNLKI 2013 dan SNLKI (Revisit 2017), hasil SNLIK 2019, analisis SWOT dan evaluasi strategi untuk meningkatkan literasi keuangan, rekomendasi dari berbagai pihak, serta implementasi kebijakan literasi keuangan di negara lain.

Untuk kesinambungan, arah strategi dalam SNLKI 2021-2025 disusun berdasarkan tiga pilar program strategis SNLKI (Revisit 2017), yaitu Cakap Keuangan, Sikap dan Perilaku Keuangan yang Bijak, serta Akses Keuangan. Ketiga program strategis yang menjadi dasar dari SNLKI ini disusun atas beberapa hal.

Pertama, konsep dasar literasi keuangan bukan hanya didasarkan pada tiga aspek literasi keuangan yaitu pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan, melainkan meliputi pula aspek sikap dan perilaku. Kedua, dalam kenyataannya, literasi keuangan sangat berkaitan erat dengan inklusi keuangan sehingga perlu adanya keselarasan dan kesinambungan antara kegiatan literasi keuangan dan inklusi keuangan.

Ketiga, pencapaian strategi literasi dan inklusi keuangan lebih efisien dilakukan secara bersama-sama sehingga tujuan pencapaian literasi keuangan untuk memperluas akses masyarakat ke sektor jasa keuangan dapat dilakukan dengan lebih optimal.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id