Upaya Teknologi Finansial Bantu UKM Hadapi Krisis

    Husen Miftahudin - 28 April 2020 15:42 WIB
    Upaya Teknologi Finansial Bantu UKM Hadapi Krisis
    Ilustrasi. Foto: MI/Pujianto
    Jakarta: Perusahaan teknologi finansial (tekfin) penyelenggara pembiayaan proyek industri kreatif dan gaya hidup PT Likuid Jaya Inovasi (Likuid Projects) menyatakan keterlibatannya dalam gerakan wirausaha sosial (sociopreneurship) #SupportLocalBrandsID yang digagas TADA, Customer Retention Platform (CRP) berbasis teknologi.

    CEO dan Founder Likuid Kenneth Tali mengharapkan program ini dapat mencegah semakin banyaknya bisnis yang gulung tikar usai perlambatan ekonomi imbas meluasnya penyebaran virus korona (covid-19). Likuid Projects mengakui pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) merek-merek lokal menjadi kelompok yang paling rentan terdampak secara ekonomi karena wabah pandemi covid-19.

    Program dalam gerakan ini memungkinkan kolaborator Likuid Projects (pihak yang memberikan pembiayaan) untuk memiliki voucher belanja dari beberapa merek lokal di berbagai bidang usaha. Mulai dari kuliner, hotel, hingga kesehatan yang disponsori Likuid Projects.

    "Voucher ini dapat dipakai oleh kolaborator dalam jangka waktu tertentu ketika ekonomi sudah mulai membaik," ungkap Kenneth dalam keterangan tertulisnya yang diterima Medcom.id di Jakarta, Selasa, 28 April 2020.

    Menurutnya gerakan ini bisa membantu kelangsungan usaha merek-merek lokal yang bisnisnya tergerus oleh perlambatan ekonomi akibat penyebaran covid-19. Pandemi yang telah berlangsung selama hampir tiga bulan ini diproyeksi menjadi bencana finansial besar bagi brand lokal yang mayoritas bergerak di industri kreatif.

    "Karenanya, Likuid Projects akan membeli sejumlah voucher belanja yang ada di dalam platform #SupportLocalBrandsID untuk dibagikan kepada kolaborator yang menempatkan pembiayaan di platform Likuid Projects," jelas dia.

    Selain itu, upaya Likuid Projects mendukung keberlangsungan bisnis UKM di tengah krisis dilakukan dengan memberikan tambahan cash flow kepada merek-merek yang harus mempertahankan usahanya selama pandemi. Sebab selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat banyak merek lokal yang mengalami penurunan omzet penjualan akibat merosotnya daya beli dan volume transaksi oleh masyarakat.

    "Melalui kolaborasi pembiayaan pada proyek-proyek yang dibuka Likuid Projects saat ini, masyarakat dapat mengharapkan imbal hasil dari proyek usaha yang tersedia di Likuid sambil turut membantu mendukung merek-merek lokal dari sektor industri yang terdampak wabah covid-19 secara langsung," ucap Kenneth.

    Sementara itu, Managing Director dan Founder TADA Antonius Taufan mengatakan gerakan ini dapat membawa manfaat baik kepada konsumen maupun pemilik bisnis. Konsumen dapat membeli lebih awal kupon dari ratusan merek lokal.

    "Kupon ini nantinya bisa digunakan saat layanan tersedia atau bisnis buka kembali. Sementara itu, para pemilik bisnis dapat mempertahankan usahanya dengan adanya pemasukan dari hasil penjualan kupon ini," bebernya.

    Antonius mengakui pelaku bisnis punya pengeluaran rutin yang harus tetap dijalankan, misalnya membayar sewa tempat, gaji karyawan, dan stok bahan baku. Apabila tidak didukung dengan pemasukan yang sepadan, akan semakin banyak usaha yang terancam gulung tikar.

    "Padahal di situasi normal, merek-merek ini boleh jadi memiliki basis konsumen yang kuat," tutup Antonius. 

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id