BI Masih Punya Ruang Satu Kali Pelonggaran Suku Bunga

    Husen Miftahudin - 23 Juni 2020 16:02 WIB
    BI Masih Punya Ruang Satu Kali Pelonggaran Suku Bunga
    Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok Antara
    Jakarta: Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Mirza Adityaswara menilai Bank Indonesia (BI) masih mempunyai ruang pelonggaran untuk menurunkan suku bunga acuan. BI 7-Days Repo Rate tahun ini masih bisa dipangkas sebanyak satu kali atau 25 basis poin (bps).

    "Suku bunga BI masih punya ruang pelonggaran tahun ini, mungkin satu kali lagi (penurunan suku bunga acuan)," ujar Mirza dalam diskusi LPPI Webinar di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2020.

    Pelonggaran moneter tersebut bisa digunakan bank sentral untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional usai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bank Indonesia bisa memaksimalkan kebijakan moneternya di tahun ini.
     
    "Dengan demikian untuk tahun depan rasanya Bank Indonesia tidak perlu naik. (Penurunan suku bunga acuan tahun ini) bisa untuk sampai tahun depan," jelas Mirza.
     
    Menurut Mirza, terbukanya ruang pelonggaran suku bunga BI di tahun ini seiring dengan rendahnya tekanan inflasi. Eks Deputi Gubernur Senior BI itu melihat tingkat inflasi  sepanjang 2020  bisa berada di batas bawah sasaran kisaran bank sentral yakni sebesar tiga persen plus minus satu persen.

    "Inflasi sekarang juga masih rendah, sekitar 2,2 persen untuk Mei. Kemudian inflasi sepanjang tahun ini kemungkinan bisa di bawah 2,5 persen, dan mungkin tahun depan juga masih di bawah tiga persen," urainya.

    Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya mengakui ruang penurunan suku bunga acuan terbuka lebar. Sejumlah indikator mendukung bank sentral untuk kembali melakukan pelonggaran kebijakan moneternya, seperti rendahnya tekanan inflasi, terjaganya stabilitas eksternal, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Selain itu, bank sentral juga perlu mengeluarkan kebijakan moneter lanjutan untuk mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah. Di sepanjang tahun ini Bank Indonesia optimistis mata uang Garuda bakal menguat pada kisaran Rp14 ribu hingga Rp14.600 per USD.

    BI juga akan terus melakukan kebijakan pelonggaran likuiditas (quantitative easing) untuk memastikan likuiditas perbankan lebih dari cukup sehingga dapat membiayai ekonomi.

    "Komitmen kami bersama pemerintah percepatan dan mendukung pemulihan ekonomi. BI juga berkomitmen menyediakan dana likuiditas perbankan untuk kelancaran relaksasi kredit," urai Perry dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin, 22 Juni 2020.

    Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 17-18 Juni 2020 menurunkan suku bunga acuan BI 7-Days Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen. Bank sentral sebenarnya sudah tiga kali menahan suku bunga acuan di level 4,50 persen sejak periode Maret 2020.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id