Merger Bank BUMN Syariah Diharapkan Jadi Penolong UMKM

    Annisa ayu artanti - 14 Oktober 2020 12:23 WIB
    Merger Bank BUMN Syariah Diharapkan Jadi Penolong UMKM
    UMKM. Foto : MI/Adam.
    Jakarta: Penggabungan atau merger tiga bank syariah diharapkan dapat menjadi penolong bagi nasib Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pasalnya, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan Anwar Abbas mengatakan percuma saja jika bank hasil merger menjadi bank besar namun tidak menolong umat. Saat ini masih banyak UMKM yang membutuhkan pembiayaan.

    "Untuk apa kita punya bank syariah yang besar dan berkelas dunia yang dipuji-puji dan disanjung-sanjung kalau akibat dari penggabungan atau merger tersebut yang untung hanya usaha-usaha besar," kata Anwar dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Pria yang juga menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah dan Sekjen MUI ini juga menuturkan, jika semua bank berorientasi sama yaitu lebih mengutamakan mengucurkan kredit dan pembiayaannya kepada usaha-usaha besar saja akan timbul pertanyaan bank mana lagi di negeri ini yang akan memikirkan nasib UMKM dan rakyat.

    "Oleh karena itu kalau bank-bank syariah milik BUMN tersebut tetap juga akan disatukan maka misi utamanya bukan hanya sekadar untuk mencari keuntungan financial (profit) tapi adalah untuk bagaimana bisa menciptakan sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemakmuran (prosperity) bagi rakyat," tuturnya.

    Anwar melanjutkan dalam PBI Nomor 17 mengenai kredit dan pembiayaan untuk UMKM minimal 20 persen dari total kredit dan pembiayaan yang dikucurkan oleh dunia perbankan maka pada bank syariah hasil merger ini perlu dibuat ketentuan yaitu usaha besar hanya boleh mendapatkan pembiayaan dari bank hasil merger tersebut maksimal hanya 20 sampai 30 persen dari total pembiayaan yang dikucurkannya sementara selebihnya yaitu 70 sampai 80 persen harus untuk UMKM.

    "Bila ini bisa dilakukan maka barulah bank syariah akan bisa berkontribusi bagi tegaknya keadilan ekonomi di negeri ini," imbuhnya.

    PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah telah melakukan penandatangan conditional merger agreement (CMA) sebagai tahapan awal untuk merger.

    BRISyariah akan menjadi penerima aksi penggabungan dua perbankan ini atau surviving entity. Sementara Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah akan menjadi pemegang saham entitas yang menerima penggabungan. Adapun legal merger diproyeksikan terealisasi kuartal I-2020.   

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id