Waskita Raih Kontrak Baru Senilai Rp3,2 Triliun

    Husen Miftahudin - 15 Oktober 2020 13:21 WIB
    Waskita Raih Kontrak Baru Senilai Rp3,2 Triliun
    ILustrasi - - dok Waskita
    Jakarta: PT Waskita Karya (Persero) Tbk meraih kontrak baru senilai Rp3,2 triliun pada September 2020. Sebagian besar proyek tersebut berasal dari pekerjaan infrastruktur pemerintah.

    "Kami dipercaya untuk membangun beberapa proyek infrastruktur pengairan, jalan dan jembatan, serta Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)," kata Director of Operation II Waskita Bambang Rianto dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Adapun kontrak baru yang diperoleh emiten konstruksi BUMN dengan kode saham WSKT ini berasal dari penandatanganan beberapa kontrak pekerjaan proyek infrastruktur pengairan sepanjang September. Antara lain pekerjaan pembangunan Bendungan Jragung paket I senilai Rp733 miliar.

    Kemudian Irigasi Tapin, Kalimantan Selatan dan proyek pembangunan Bendungan Leuwikeris paket 5. "Di luar ketiga proyek tersebut masih terdapat beberapa proyek di mana Waskita sudah ditetapkan sebagai pemenang tender," ucapnya.

    Selain proyek infrastruktur pengairan, Waskita juga telah ditetapkan sebagai pemenang tender dari beberapa proyek pembangunan jalan. Antara lain Jalan Sofi - Wayabula di Maluku Utara, Jalan SP Blusuh di Kalimantan Tengah, dan Jalan Cerme -Gresik. Waskita juga memperoleh tambahan kontrak baru dari proyek pembangunan Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung, dan Jalan Tol Jakarta -Cikampek Selatan Paket 3.

    "Dengan adanya tambahan kontrak tersebut, saat ini Waskita sudah mencatatkan perolehan nilai kontrak baru sebanyak Rp12,2 triliun termasuk beberapa proyek infrastruktur besar lainnya seperti Jalan Tol Ciawi - Sukabumi, Tol Pasuruan - Probolinggo, Perkuatan Pantai DKI Jakarta, dan Jaringan Irigasi Rentang yang sudah didapatkan lebih dulu," ungkap Bambang.

    Waskita pun masih terus berupaya mengejar perolehan nilai kontrak baru hingga akhir tahun dan optimistis target dapat tercapai meskipun terkendala pandemi covid-19. "Kami fokus pada proyek infrastruktur khususnya yang berasal dari pasar eksternal dan terus meningkatkan diversifikasi ke beberapa jenis proyek baru seperti pipanisasi maupun pengembangan kawasan," jelas dia.

    Pada kuartal IV-2020, Waskita menargetkan tambahan nilai kontrak baru dari proyek jalan tol di Sumatra, Kalimantan Timur, dan wilayah Jakarta. Di samping itu, Waskita juga tengah mengikuti proses tender pengembangan commercial center di salah satu negara di Asia Tenggara dengan nilai mencapai Rp1 triliun.

    Menurut Bambang, perolehan nilai kontrak baru tersebut menjadi 'angin segar' bagi kinerja saham Waskita. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Selasa, 13 Oktober 2020, saham WSKT mencapai level Rp705 per lembar atau naik 38 persen bila dibandingkan harga penutupan pada awal Oktober yang hanya sebesar Rp510 per lembar.

    "Beberapa analis, seperti Mandiri Sekuritas, CGS CIMB, dan UOB Kay Hian masih memberikan rekomendasi buy untuk saham Waskita dengan target harga antara Rp820 hingga Rp1.100. Hal ini menunjukan Waskita masih memiliki prospek untuk tumbuh ke depan," pungkas Bambang. 


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id