Rupiah Lanjutkan Penguatan ke Rp14.455/USD

    Angga Bratadharma - 29 Juli 2020 10:04 WIB
    Rupiah Lanjutkan Penguatan ke Rp14.455/USD
    Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat melanjutkan penguatan ketimbang hari sebelumnya di posisi Rp14.535 per USD. Mata uang Garuda berhasil menghantam mata uang Paman Sam meski mendapat stimulus positif jelang pertemuan Federal Reserve yang di antaranya membahas suku bunga acuan.

    Mengutip Bloomberg, Rabu, 29 Juli 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp14.455 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.455 sampai dengan Rp14.459 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.303 per USD.

    Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan terjadi karena para pelaku pasar mengamati pertemuan kebijakan utama Federal Reserve yang diperkirakan membahas terkait stimulus di tengah pandemi covid-19.

    Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,02 persen pada 93,6955. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1721 dari USD1,1749 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,2943 dari USD1,2870 pada sesi sebelumnya.
    Dolar Australia naik hingga USD0,7161 dibandingkan dengan USD0,7141. Dolar AS dibeli 105,09 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 105,38 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS jatuh ke 0,9174 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9203 franc Swiss, dan tidak berubah pada 1,3360 dolar Kanada dari sesi sebelumnya.

    Bank sentral AS memulai pertemuan kebijakan dua hari diikuti oleh keputusan suku bunga. "Keputusan Fed besok adalah panggung utama. Fed tidak diragukan lagi akan siap untuk pelonggaran lebih lanjut,” kata Analis Valas Commerzbank Esther Reichelt.

    Di sisi lain, indeks utama Wall Street terlihat tumbang pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Pelemahan terjadi karena para investor mencerna laporan laba yang mengecewakan dan mengamati perdebatan mengenai paket bantuan dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait pandemi covid-19.

    Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 205,49 poin atau 0,77 persen menjadi 26.379,28. Sedangkan S&P 500 turun 20,97 poin atau 0,65 persen menjadi 3.218,44. Indeks Komposit Nasdaq turun 134,18 poin atau 1,27 persen ke 10.402,09.

    Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah. Sektor material turun 2,18 persen, menjadi penghambat indeks. Sedangkan sektor real estat naik 2,05 persen, mengungguli yang lain. Perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan delapan dari 10 saham teratas berdasarkan indeks S&P AS 50 mengakhiri hari dengan catatan suram.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id