Jurus OJK Hadapi Covid-19

    Husen Miftahudin - 27 Maret 2020 12:45 WIB
    Jurus OJK Hadapi Covid-19
    Ilustrasi OJK - - Foto: MI/ Ramdani
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan sejumlah jurus untuk menghadapi dampak ekonomi akibat penyebaran virus korona (covid-19). Berbagai kebijakan di sektor perbankan, pasar modal, dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) sudah diluncurkan.

    Di sektor IKNB, OJK menyiapkan relaksasi ketentuan berupa perpanjangan batas waktu penyampaian laporan berkala IKNB kepada OJK, pelaksanaan penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) pihak utama IKNB dapat dilaksanakan melalui video conference, hingga penetapan kualitas aset pembiayaan dan restrukturisasi pembiayaan.

    Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo menjelaskan penetapan kualitas aset pembiayaan dan restrukturisasi pembiayaan terdiri atas penilaian kualitas pembiayaan hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk pembiayaan sampai dengan Rp10 miliar.

    Kemudian, IKNB yang menyalurkan pembiayaan dapat melakukan restrukturisasi terhadap debitur/nasabah yang terkena dampak penyebaran covid-19 dengan mempertimbangkan adanya proses dan kebijakan restrukturisasi dari pemberi pinjaman bagi sumber pendanaan dalam bentuk executing.

    Adanya proses dan kebijakan restrukturisasi dari pihak pemilik dana dalam hal penyaluran pembiayaan dilaksanakan melalui joint financing dan channeling, adanya permohonan restrukturisasi debitur/nasabah yang terkena dampak penyebaran covid-19, hingga adanya penilaian kebutuhan dan kelayakan restrukturisasi dari pihak IKNB.

    "Kualitas pembiayaan bagi debitur/nasabah yang terkena dampak penyebaran covid-19 yang direstrukturisasi ditetapkan lancar sejak dilakukan restrukturisasi," beber dia.

    Selain itu, OJK juga merelaksasi perhitungan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi atau tingkat pendanaan dana pensiun dengan program manfaat pasti, aset yang berupa surat utang dapat dinilai berdasarkan nilai perolehan yang diamortisasi. Terakhir, menunda pelaksanaan ketentuan life cycle fund bagi dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti.

    Sementara, kebijakan stimulus di sektor perbankan terdiri dari penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit sampai dengan Rp10 miliar. Kemudian peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi. Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan bank tanpa batasan plafon kredit atau jenis debitur (Non-UMKM dan UMKM).

    "Relaksasi pengaturan ini berlaku sampai dengan satu tahun setelah ditetapkan. Mekanisme penerapan diserahkan sepenuhnya kepada kebijakan masing-masing bank dan disesuaikan dengan kapasitas membayar debitur," ucap Anto.


    OJK juga meredam volatilitas pasar modal, dengan berbagai kebijakan seperti pelarangan short selling, assymmetric auto rejection, trading halt 30 menit untuk penurunan indeks lima persen, buyback saham tanpa melalui RUPS, hingga perpanjangan penggunaan laporan keuangan untuk IPO dari enam bulan menjadi sembilan bulan.

    Selain itu, mempertimbangkan kondisi terkini, OJK juga telah mengeluarkan kebijakan relaksasi batas waktu penyampaian laporan keuangan dan penyelenggaraan RUPS, memperkenankan emiten untuk dapat melakukan RUPS melalui sistem elektronik (e-RUPS), relaksasi berlakunya laporan keuangan dan laporan penilaian di pasar modal, relaksasi terkait masa penawaran awal dan penawaran umum.

    OJK juga mengeluarkan kebijakan relaksasi nilai haircut untuk perhitungan collateral dan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD), stimulus dan relaksasi kepada industri pengelolaan investasi, penyingkatan jam perdagangan di bursa efek, di penyelenggara pasar alternatif, dan waktu operasional penerima laporan transaksi efek, serta penyesuaian waktu penyelesaian transaksi perdagangan efek.

    "Berbagai kebijakan ini diharapkan bisa membantu upaya pemerintah dalam memberikan ruang pelonggaran kepada sektor usaha termasuk usaha mikro dan kecil agar diringankan pembayaran kredit atau pembiayaannya serta dimudahkan untuk kembali mendapatkan kredit atau pembiayaan dari perbankan dan perusahaan pembiayaan," tutup Anto.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id