Bank DKI Catat Total Aset Tembus Rp63,04 Triliun di 2020

    Angga Bratadharma - 29 April 2021 09:14 WIB
    Bank DKI Catat Total Aset Tembus Rp63,04 Triliun di 2020
    Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia



    Jakarta: PT Bank DKI mencatat total aset sebesar Rp63,04 triliun di sepanjang 2020 atau di saat pandemi covid-19 menghantam perekonomian Indonesia. Angka itu meningkat sebanyak 13,39 persen dibandingkan dengan di 2019 yang tercatat sebesar Rp55,60 triliun.

    Pertumbuhan aset tersebut utamanya didorong oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). DPK mengalami peningkatan 31,16 persen dari semula tercatat sebesar Rp37,30 triliun menjadi sebesar Rp48,92 triliun di 2020. Total tabungan Bank DKI per Desember 2020 tercatat sebesar Rp11,07 triliun atau tumbuh 5,04 persen ketimbang 2019 sebesar Rp10,54 triliun.






    "Untuk giro per Desember 2020 tercatat Rp11,17 triliun atau tumbuh sebesar 46,84 persen ketimbang 2019 sebesar Rp7,61 triliun. Sementara untuk deposito tercatat sebesar Rp26,69 triliun, tumbuh 39,30 persen ketimbang 2019 sebesar Rp19,14 triliun," kata Direktur Utama Bank DKI Zainuddin Mappa, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 29 April 2021.

    Zainuddin Mappa mengatakan pandemi covid-19 memberikan tekanan yang cukup berat bagi perbankan, khususnya di sisi risiko kredit. Oleh sebab itu, Bank DKI menerapkan berbagai inisiatif dan pengelolaan risiko yang efektif untuk menjaga kualitas aset dan bisnis.

    Penyaluran kredit dan pembiayaan di 2020 juga dilakukan dengan sangat selektif dan memperhatikan prinsip kehati-hatian. Per Desember 2020, rasio NPL Gross tercatat sebesar 2,98 persen dan berada di bawah rata-rata NPL industri perbankan nasional di 2020 sebesar 3,06 persen.

    "Selain itu, untuk menjaga kelangsungan bisnis ke depan, Bank DKI juga telah membukukan pencadangan yang cukup untuk mengantisipasi penurunan kualitas kredit imbas dari pandemi covid-19," tuturnya.

    Sementara itu, pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan minus 4,71 persen (yoy) menjadi sebesar Rp35,66 triliun. Penurunan kredit di sepanjang 2020 dikarenakan Bank DKI mengurangi eksposure kredit yang diberikan kepada bank di mana sebelumnya di 2019 mencapai sebesar Rp3 triliun menjadi hanya Rp575 miliar di 2020.

    Adapun kredit yang diberikan kepada sektor riil tetap tumbuh sebesar 1,95 persen dari semula sebesar Rp34,40 triliun di 2019 menjadi sebesar Rp35,08 triliun di 2020. Bank DKI menjaga kualitas pertumbuhan kredit dengan fokus meningkatkan kredit pada sektor riil, dengan harapan dapat ikut serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

    "Khususnya sektor riil agar bisa terus tumbuh selama pandemi," ungkap Zainuddin Mappa.

    Berdasarkan data rasio keuangan, per Desember 2020, rasio kecukupan modal (CAR) Bank DKI tercatat sebesar 28,05 persen atau naik 2,27 persen dari sebelumnya 25,78 persen. Selain itu, rasio Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) per Desember 2020 tercatat sebesar 81,99 persen atau meningkat 5,98 persen dari 2019 sebesar 76,01 persen.

    Peningkatan tersebut seiring dengan peningkatan beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dalam rangka implementasi PSAK 71 di 2020. Rasio Net Interest Margin (NIM) akhir 2020 tercatat sebesar 5,26 persen, cenderung menurun dibandingkan dengan 2019 sebesar 5,44 persen imbas dari perlambatan pertumbuhan kredit yang terjadi di sepanjang 2020.

    Sedangkan laba bersih Bank DKI mengalami kontraksi seiring dengan kondisi pelemahan ekonomi akibat pandemi covid-19 dan penyisihan pencadangan yang cukup agresif. Meskipun demikian, Bank DKI masih memiliki ketahanan yang baik dalam membukukan laba bersih yang masih tercatat positif di 2020 sebesar Rp580,6 miliar.

    "“Berbagai inisiatif dalam upaya penanganan pandemi covid-19 dengan tetap mengedepankan pertumbuhan yang berkualitas menjadi fundamental yang baik bagi perseroan untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang," tutup Zainuddin Mappa.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id