UU Cipta Kerja Diketuk, Transaksi Harian Bursa Tembus Rp8,335 Triliun

    Angga Bratadharma - 10 Oktober 2020 10:03 WIB
    UU Cipta Kerja Diketuk, Transaksi Harian Bursa Tembus Rp8,335 Triliun
    Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
    Jakarta: Dalam sepekan pasar modal Indonesia mencatatkan pergerakan data perdagangan yang variatif dan ditutup pada zona positif. Bahkan usai UU Cipta Kerja disahkan, peningkatan rata-rata nilai transaksi harian bursa melonjak tajam sebesar 24,22 persen menjadi Rp8,335 triliun dari Rp6,710 triliun pada penutupan pekan yang lalu.

    "Data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan pekan ini menguat 2,58 persen menjadi 5.053,663 dari posisi 4.926,734 pada penutupan pekan lalu," ungkap Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono, seperti dikutip dari laman resmi IDX, Sabtu, 9 Oktober 2020.

    Kemudian diikuti oleh kenaikan sebanyak 4,65 persen pada rata-rata volume transaksi menjadi 11,024 miliar saham dari 10,534 miliar saham sepekan yang lalu. Selain itu, kapitalisasi pasar bursa selama sepekan meningkat 2,58 persen menjadi Rp5.877,468 triliun dari Rp5.729,839 triliun dari minggu lalu.

    Sedangkan data rata-rata frekuensi harian selama sepekan mengalami perubahan sebesar 6,16 persen menjadi sebesar 578,849 ribu kali transaksi dari 616,832 ribu kali transaksi sepekan yang lalu. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp89,53 miliar, sedangkan sepanjang 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp45,953 triliun.

    Selama periode sepekan, yaitu 5-9 Oktober 2020, sebanyak dua Obligasi Berkelanjutan dan dua Sukuk Ijarah mulai dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2020 adalah 85 emisi dari 54 perusahaan tercatat senilai Rp67,62 triliun.

    Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 466 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp441,04 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 127 perusahaan tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 114 seri dengan nilai nominal Rp3.473,40 triliun dan USD400 juta.

    "Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp7,28 triliun," pungkasnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id