Kurs Rupiah Pagi Menguat ke Rp13.992/USD

    Angga Bratadharma - 22 Januari 2021 09:39 WIB
    Kurs Rupiah Pagi Menguat ke Rp13.992/USD
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO



    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terpantau menguat ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14 ribu per USD. Mata uang Paman Sam masih kehilangan kekuatan usai Joe Biden resmi dilantik sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS).

    Mengutip Bloomberg, Jumat, 22 Januari 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi berada di posisi Rp13.992 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp13.992 hingga Rp14.025 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.816 per USD.




    Sementara itu, dolar jatuh untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Investor mencari mata uang berimbal hasil lebih tinggi, ketika data AS yang lebih baik dari perkiraan dan berlanjutnya optimisme tentang paket stimulus besar-besaran mendorong harapan pemulihan ekonomi terbesar di dunia itu.

    Ruro, di sisi lain, menguat terhadap dolar yang melemah secara keseluruhan. Bahkan ketika Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde memperingatkan tentang lonjakan baru infeksi covid-19 dan prospek pembatasan berkepanjangan yang dapat menantang prospek ekonomi kawasan.

    ECB, yang mempertahankan suku bunga pada Kamis waktu setempat, juga berjanji untuk memberikan lebih banyak dukungan bagi perekonomian jika diperlukan.

    Pasar valas menunjukkan sedikit reaksi terhadap komentar Lagarde, karena pelaku pasar terus fokus pada apa yang tampak seperti prospek ekonomi global yang membaik dan paket stimulus AS hampir USD2 triliun yang diusulkan oleh pemerintahan baru Presiden Demokrat Joe Biden.

    Pada Kamis waktu setempat data AS menunjukkan ekonomi perlahan-lahan mendapatkan traksi, dengan klaim pengangguran awal sedikit lebih baik dari perkiraan, data pembangunan perumahan positif, dan indeks pabrik yang lebih tinggi untuk kawasan Mid-Atlantik.

    "Di seluruh pasar-pasar aset, optimisme tentang pertumbuhan tinggi dan menurut saya itu tepat," kata Manajer Portofolio Pendapatan Tetap Global Brandywine Global Investment Management, Anujeet Sareen, di Philadelphia.

    "Kami melihat dolar melemah karena pertumbuhan global akan menjadi lebih baik, neraca perdagangan memburuk, dan Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneternya yang longgar," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id