BPUI: IFG Life akan Jadi Perusahaan Asuransi Sehat

    Annisa ayu artanti - 05 Oktober 2020 06:57 WIB
    BPUI: IFG Life akan Jadi Perusahaan Asuransi Sehat
    Foto: Grafis Medcom.id



    Jakarta: PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI memastikan anak usaha yang akan dibentuk pada Desember 2020 akan menjadi perusahaan asuransi yang sehat.

    "IFG Life (anak usaha BPUI) akan going concern dan diharapkan menjadi perusahaan yang sehat, menguntungkan, serta memberikan layanan asuransi yang lengkap," kata Direktur Utama BPUI Robertus Bilitea di Jakarta, Minggu, 4 Oktober 2020.

     



    Robertus menuturkan IFG Life dibentuk bukan khusus bagi nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang direstrukturisasi dan dialihkan. Tetapi, kedepannya IFG Life akan terbuka kepada masyarakat umum.

    "Bukan hanya kepada nasabah eks Jiwasraya, melainkan juga kepada masyarakat umum," ucapnya.

    Ia juga menyampaikan, IFG Life akan masuk ke segmen asuransi kesehatan dan dana pensiun serta bersinergi dengan perusahaan-perusahaan di bawah BPUI.

    "Kami akan masuk wilayah asuransi kesehatan dan kami akan mencoba bangun bisnis kami didana pensiun hasil konsolidasi dana pensiun yang sekarang dilakukan saat ini. Kami juga akan sinergikan IFG Life dengan perusahaan-perusahaan yang ada di bawah BPUI," jelasnya.

    Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya mengatakan paling lambat anak usaha PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI akan lahir pada Desember 2020.

    "Kami sedang berdiskusi dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) kami harapkan selambatnya Desember berdiri," katanya di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Setelah berdiri, mengacu hasil restrukturisasi pemegang polis Jiwasraya akan dipindah ke IFG Life pada Maret 2021. "Kalau berdiri Desember, mungkin mulai Maret kita sudah mulai memindahkan," ucapnya.

    Terkait modal, pria yang hangat disapa Tiko itu menuturkan berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan pemerintah sebesar Rp22 triliun. Adapun kucuran dana segar dari pemerintah itu akan diterima BPUI secara bertahap. Tahap pertama sebesar Rp12 triliun sedangkan tahap kedua sebesar Rp10 triliun.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id