BI: Pengembangan Keuangan Syariah untuk Memperluas Sukuk

    Husen Miftahudin - 28 Oktober 2020 20:39 WIB
    BI: Pengembangan Keuangan Syariah untuk Memperluas Sukuk
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berharap pengembangan keuangan syariah dapat memperluas Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk untuk bisa menjadi instrumen keuangan yang komersial. Dengan begitu, sukuk dapat berkontribusi sebagai sumber pembiayaan ekonomi baru di tengah pandemi covid-19.

    "Pengembangan keuangan syariah ditujukan untuk memperluas sukuk sebagai unggulan instrumen keuangan komersial maupun wakaf produktif sebagai sumber pembiayaan ekonomi baru," ujar Perry dalam Opening Ceremony Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 7th secara virtual di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Perry mengungkapkan bahwa pengembangan sukuk sebagai instrumen komersial bisa dipercepat melalui sejumlah rangkaian acara yang dilakukan dalam ISEF. Apalagi, ISEF menjadi momentum akselerasi semua pihak untuk memperluas kerja sama internasional.

    Dia bilang, penyelenggaraan ISEF ke-7 Tahun 2020 merupakan wujud nyata komitmen bank sentral dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional melalui tiga pilar. Pilar pertama, pemberdayaan ekonomi syariah yang diarahkan untuk membangun mata rantai ekonomi halal atau halal supply chain.

    "Baik skala kecil dan menengah yang dilakukan di pondok pesantren dan komunitas-komunitas muslim hingga skala besar di tingkat industri dan asosiasi-asosiasi usaha dengan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, fesyen, wisata ramah muslim, serta energi terbarukan," paparnya.

    Pilar kedua keuangan syariah dengan memperluas produk dan akses keuangan. Baik komersial melalui perbankan, pasar keuangan, dan lembaga keuangan lainnya maupun keuangan sosial melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

    Pilar ketiga, yakni edukasi dan sosialisasi melalui pengembangan kurikulum ekonomi keuangan syariah, kewirausahaan, serta penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar). Pada tahun ini Bank Indonesia telah melaksanakan tiga kali Fesyar dan satu kali ISEF berskala nasional dan internasional.

    Perry menjelaskan, serangkaian kegiatan ISEF difokuskan untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem mata rantai ekonomi halal, baik secara nasional, regional, maupun global. Rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk terus mengembangakan keuangan syariah, baik komersial di pasar perbankan, pasar modal, keuangan mikro, maupun keuangan sosial.

    "Sementara edukasi keuangan syariah semakin diperluas, khususnya dengan penguatan peran pemuda, peran milenial, serta kesadaran dan inklusi masyarakat melalui Gerakan Halal Lifestyle," ucap dia.

    Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan ISEF ke-7 yang dilaksanakan sejak 7 Agustus 2020 hingga pekan ini diharapkan dapat semakin memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dan juga global. Rangkaian kegiatan pemberdayaan ekonomi syariah diharapkan dapat mempercepat implementasi Masterplan Ekonomi Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI), terbentuknya ekosistem halal value chain.

    "Termasuk pemberdayaan ekonomi pesantren, pengembangan kawasan industri halal, serta kemunculan entrepreneur milenial baru," pungkas Perry.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id