Laba Adaro Energy Susut 73% di Kuartal III-2020

    Annisa ayu artanti - 03 November 2020 11:35 WIB
    Laba Adaro Energy Susut 73% di Kuartal III-2020
    Ilustrasi. Foto: Dok. Adaro Energy
    Jakarta: Emiten tambang batu bara, PT Adaro Energy Tbk mencatat penurunan laba bersih sembilan bulan pertama 2020 sebesar 73,06 persen.

    Laba bersih pada periode ini tercatat hanya USD109,37 juta atau Rp1,58 triliun (kurs Rp14.500 per USD). Sementara pada periode yang sama tahun lalu mampu mencatatkan laba sebesar Rp405,99 juta atau Rp5,88 triliun.

    Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, susutnya laba bersih tersebut lantaran penurunan pendapatan sebesar 26,41 persen dari USD2,65 miliar pada periode yang sama pada 2019 menjadi USD1,95 miliar.

    Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Garibaldi Thohir menjelaskan penurunan pendapatan seiring dengan penurunan permintaan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi dan minat beli yang lemah di negara-negara pengimpor utama yang berimbas pada harga batu bara global.

    "Meskipun dibayangi oleh tantangan ekonomi makro, kami masih dapat mempertahankan operasi yang solid. Kondisi pasar batu bara yang sulit akibat ekonomi global yang masih belum kondusif karena pandemi yang berkepanjangan terus menekan profitabilitas perusahaan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 November 2020.

    Ia juga menjelaskan, di masa sulit ini perusahaan terus berfokus terhadap operasi dan efisiensi biaya, serta mengimplementasikan strategi untuk memperkuat bisnis inti. Perusahaan mengambil sikap waspada terhadap pengeluaran dan mengeksekusi rencana belanja modal dengan hati-hati.

    "Meskipun ketidakpastian masih ada, model bisnis kami yang terintegrasi memungkinkan perusahaan untuk beroperasi dengan efisien dalam menghadapi tantangan ini. Di sisi yang positif, kami mulai melihat beberapa tanda rebalancing di pasar batu bara berkat disiplin terhadap suplai," ujarnya.

    Adapun bila dirinci, penurunan pendapatan pada sembilan bulan pertama didorong oleh penurunan Average Selling Price (ASP) dan volume penjualan, yang masing-masing turun 18 persen dan sembilan persen.

    Menurutnya, pasar batu bara belum kondusif karena permintaan batu bara global masih lemah. Namun, Walaupun pasar batu bara termal seaborne turun secara tahunan (yoy), berkat disiplin terhadap suplai, mulai terlihat tanda-tanda rebalancing pada kuartal III-2020.

    Pada periode ini, produksi dan penjualan batu bara masing-masing mencapai 41,10 juta ton dan 40,76 juta ton, setara dengan penurunan tujuh persen dan sembilan persen (yoy).

    Beban pokok pendapatan juga turun 20 persen (yoy) menjadi USD1,49 miliar, terutama karena penurunan pada nisbah kupas serta pembayaran royalti kepada pemerintah pada periode ini. Biaya kas batu bara per ton (tidak termasuk royalti) turun 17 persen (yoy) akibat penurunan nisbah kupas maupun harga bahan bakar.

    Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Boy ini menambahkan royalti yang diberikan pada pemerintah pada periode ini juga mengalami penurunan. Royalti perusahaan berkode ADRO hanya menjadi USD207 juta, atau menurun 27 persen (yoy).

    Sementara untuk total aset per akhir September mencapai USD6,47 miliar setara dengan penurunan 11 persen dari periode yang sama tahun lalu. Aset lancar turun 18 persen menjadi USD1,73 miliar, sementara aset non lancar turun 17 persen menjadi USD4,74 miliar. Perusahaan mampu mempertahankan saldo kas yang tinggi pada akhir September 2020 sebesar USD1,186 miliar.

    "Kami tetap merasa optimistis terhadap fundamental industri di jangka panjang, dan dalam menghadapi tantangan jangka pendek, kami berfokus untuk menjaga kas, memperkuat struktur permodalan dan posisi keuangan, bertahan di jalur yang sudah ada, terus mengeksekusi strategi untuk memastikan kelangsungan bisnis, dan tetap bersumbangsih terhadap pembangunan nasional," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id