Bencana Banjir Bikin Rupiah Keok di Awal Pekan

    Husen Miftahudin - 22 Februari 2021 19:04 WIB
     Bencana Banjir Bikin Rupiah Keok di Awal Pekan
    Rupiah. Foto : AFP.



    Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan nilai tukar rupiah masih mengalami pelemahan di awal pekan ini. Bencana banjir yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya membuat mata uang Garuda tersebut tenggelam cukup dalam pada perdagangan hari ini.

    "Adanya banjir di sejumlah wilayah Pulau Jawa terutama di kawasan Jabodetabek yang menjadi jantung perekonomian juga menjadi risiko lain yang patut diwaspadai. Selain kerugian ekonomi dan terhambatnya aktivitas masyarakat, banjir juga berpotensi menimbulkan penyakit lain serta peningkatan risiko penularan covid-19 di berbagai tenda pengungsian," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 22 Februari 2021.






    Selain itu, tingginya tingkat kasus positif covid-19 di dalam negeri juga masih membayangi kekhawatiran para pelaku pasar. Positivity rate covid-19 secara nasional masih di atas 25 persen, jauh dari ambang batas aman versi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dipatok di angka lima persen.

    Progres vaksinasi juga berjalan lambat. Meski sudah satu bulan berlangsung, namun jumlah dosis vaksin yang telah disuntikkan ke masyarakat baru satu juta. Padahal angka tersebut adalah target harian pemerintah jika ingin mencapai herd immunity dalam kurun waktu satu tahun.

    "Di saat upaya vaksinasi massal yang terus digenjot, pemerintah juga memperpanjang periode pembatasan aktivitas. Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro diperpanjang hingga 8 Maret 2021," tuturnya.

    Dari faktor eksternal, rupiah masih tertekan kekuatan dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Negeri Paman Sam tersebut menguat akibat meningkatnya imbal hasil Treasury AS lantaran menterengnya rilis data penjualan ritel yang kuat di dalam negeri.

    Paket stimulus covid-19 senilai USD1,9 triliun yang diusulkan Presiden AS Joe Biden juga menjadi suplemen penguatan dolar AS. Bahkan paket stimulus covid-19 tersebut bakal ditambah setelah DPR AS merilis undang-undang yang ditargetkan anggota parlemen disahkan dalam sepekan.

    Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan menetapkan peta jalan untuk memudahkan penguncian nasional ketiga Inggris memenuhi target untuk memvaksinasi 15 juta warga Inggris dari kategori berisiko tinggi pada pertengahan Februari.

    "Dengan kondisi data eksternal dan internal yang kurang mendukung, mengakibatkan arus modal asing kembali keluar dari pasar finansial dalam negeri, sehingga wajar kalau mata uang Garuda kembali melemah," ungkap Ibrahim.

    Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah cukup dalam bila dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya, yakni berada di posisi Rp14.117 per USD. Rupiah melemah 52 poin atau setara 0,37 persen.

    Menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona merah pada posisi Rp14.122 per USD. Rupiah melemah hingga 72 poin atau setara 0,55 persen dari Rp14.050 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Begitu pula dengan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.098 per USD atau melemah 13 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.085 per USD.

    "Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah di rentang Rp14.110 per USD hingga Rp14.160 per USD," pungkas Ibrahim.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id