Pemerintah Pertimbangkan Pemutihan Kredit Macet Nasabah Terdampak Covid-19

    Fetry Wuryasti - 10 April 2021 17:00 WIB
    Pemerintah Pertimbangkan Pemutihan Kredit Macet Nasabah Terdampak Covid-19
    Ilustrasi kredit macet pengusaha imbas pandemi covid-19 - - Foto: Medcom



    Jakarta: Pemerintah mengkaji kemungkinan pembatalan atau pemutihan kredit macet debitur terdampak covid-19. Pemutihan dilakukan lantaran pengusaha tersebut lagi mampu membayar utang, tetapi ingin memulai usaha dan membutuhkan modal kerja baru.

    Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebut bagi pengusaha yang masih mampu membayar utang lamanya, Bank Himbara akan menambahkan utang baru untuk modal kerja.






    "Nanti ini akan kami petakan mana (debitur) yang hanya butuh modal kerja untuk memulai usaha lagi, dengan utang lamanya direstrukturisasi. Kemudian mana debitur yang utang lamanya tidak mungkin dibayar lagi, karena harus pailit dahulu atau diputihkan dahulu utang lamanya. Kami nanti mesti memikirkan nasabah per nasabah pola restrukturisasinya," kata Kartika dikutip dari Mediaindonesia.com, Sabtu, 10 April 2021.

    Ia menjelaskan pola pemutihan kredit bisa dilakukan seperti kejadian erupsi Gunung Agung di Bali dan gempa di Palu. Khusus di Bali, isu utamanya banyak pengusaha yang memiliki utang lama dan sudah tidak mungkin terbayar.

    Sebab sebelumnya di 2018 wilayah ini juga terpukul ekonominya akibat erupsi Gunung Agung yang cukup besar. Akhirnya pemutihan diterapkan kepada debitur UMKM.

    "Kalau perbankan mau kasih utang modal kerja baru, memang harus ada semacam pemutihan massal terlebih dahulu. Soalnya sudah ada utang lama yang tidak mungkin bisa terbayar sampai kapan pun," pungkas dia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id