comscore

LPEI Dorong Desa Devisa untuk Dongkrak Ekspor Komoditas Unggulan di Daerah

Eko Nordiansyah - 09 Juli 2021 19:20 WIB
LPEI Dorong Desa Devisa untuk Dongkrak Ekspor Komoditas Unggulan di Daerah
Ilustrasi pendampingan yang dilakukan LPEI di desa devisa - - Foto: dok LPEI
Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank membuat program desa devisa sebagai salah satu upaya dalam mendorong ekspor. Desa devisa merupakan program pendampingan yang berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas (community development).

Program desa devisa memberi kesempatan bagi wilayah yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor untuk mengembangkannya secara ekonomi, sosial dan lingkungan bagi kesejahteraan masyarakatnya. Pendampingan LPEI dilakukan bersama beberapa lembaga terkait lainnya.
"Pendampingan dan pengembangan masyarakat dalam program desa devisa ini akan membawa produk lokal Indonesia mendunia serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat setempat," kata Corporate Secretary LPEI, Agus Windiarto dalam keterangan resminya, Jumat, 9 Juli 2021.

Ia menambahkan, wilayah yang berpotensi untuk diberikan pendampingan dalam kegiatan community development ini akan dianalisa menggunakan key indicators dalam rangka klasifikasi kriteria dan parameter untuk mengukur kebutuhan dalam pengembangan menjadi desa devisa.

LPEI bersama Institut Pertanian Bogor mengkaji indikator untuk mengembangkan sebuah desa menjadi desa devisa, yaitu produk, konsistensi dan keberlanjutan produksi, pemberdayaan masyarakat dan koordinasi antar pemangku kepentingan, produsen dan manajerial, infrastruktur dan sarana penunjang lain.

Selain meningkatkan kapasitas masyarakat daerah dan mengembangkan komoditas unggulan desa, program ini juga mendorong partisipasi masyarakat desa dalam rantai pasokan ekspor global sehingga dapat menghasilkan devisa dan berkontribusi kepada negara melalui kegiatan ekspor.

Hingga saat ini LPEI telah berhasil membentuk dua desa devisa yaitu Desa Devisa Kakao di Jembrana, Bali dengan komoditas unggulan berupa biji kakao yang difermentasi dan Desa Devisa Kerajinan di Bantul, Yogyakarta dengan produk kerajinan ramah lingkungan.


Kedua desa devisa ini telah mendapatkan beragam pelatihan dan pendampingan secara berkesinambungan untuk peningkatan kualitas produknya, kapasitas produksinya, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), serta untuk mendapatkan sertifikasi guna meningkatkan harga jual.

Pada 2019, Desa Nusasari di Jembrana, Bali menjadi desa devisa pertama yang diresmikan oleh LPEI untuk berfokus pada pengembangan ekspor komoditas kakao. Hasilnya produk ini dapat diekspor ke beberapa negara seperti Perancis, Belanda dan Belgia, serta ke termasuk Jepang dan Amerika.

Sementara desa devisa lainnya adalah desa devisa Kerajinan di Bantul, Yogyakarta. Produk unggulan dari desa devisa ini adalah green coffin atau peti mati ramah lingkungan yang telah berhasil diekspor ke Inggris dan Belanda. Bahkan di tengah pandemi covid-19, produknya masih diekspor ke Amerika Serikat.

"Keberhasilan ini kami harapkan dapat diduplikasi ke sejumlah wilayah di Indonesia.Saat ini LPEI sedang berproses untuk pengembangan desa devisa di beberapa wilayah yang memiliki potensi komoditas unggulan antara lain beras dan kopi. Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan peluncuran desa devisa di kawasan Jawa Barat," pungkas dia.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id