comscore

Anda Lebih Cocok Investasi Emas atau Saham? Begini Cara Mengetahuinya

Nia Deviyana - 08 November 2021 14:54 WIB
Anda Lebih Cocok Investasi Emas atau Saham? Begini Cara Mengetahuinya
Ilustrasi investasi emas. Foto: dok MI.
Jakarta: Tren berinvestasi yang semakin tinggi seringkali tidak dibarengi dengan literasi yang baik. Masih banyak orang yang berpikir berinvestasi pasti menjanjikan untung. Padahal, berinvestasi juga bisa menyebabkan kerugian.

Financial Coach & Financial Advisor Philip Mulyana mengatakan, tujuan berinvestasi menjadi dasar untuk mengetahui instrumen investasi apa yang cocok untuk kita pilih.

Berinvestasi saham jika siap merugi

Sebagai contoh, kita boleh memilih investasi saham jika memang kita siap dengan potensi merugi, karena harga saham bisa naik dan turun dengan cepat tergantung faktor internal maupun eksternal.
"Kalau kita bisa terima rugi dari apa yang kita investasikan, silakan investasi pada aset berisiko. Tapi kalau enggak bisa terima (rugi), pilihlah investasi yang lebih aman, Salah satunya emas," jelasnya dalam webinar, Senin, 8 November 2021.

Namun, Philip mengatakan apabila bisa memiliki portofolio investasi yang beragam tentu lebih menarik.

Emas jadi investasi pelengkap

Sebelumnya, CEO PT Sampoerna Gold Indonesia John Aryananda juga berbagi tips dalam berinvestasi. Ia menyarankan untuk menjadikan emas sebagai investasi pelengkap dalam menjaga kestabilan portofolio.

"Untuk tujuan investasi jangan jadikan emas sebagai portofolio utama. Kalau investasi yang utama tergerus inflasi, emas bisa jadi bottom line. Kalau investasi utama (saham, surat utang, deposito) bagus, ya itu lebih oke lagi karena memang tujuan investasi emas untuk jangka panjang," kata dia.

Waktu terbaik membeli emas

Co-Founder dan CMO IndoGold Indra Sjuriah mengatakan, dalam berinvestasi emas tidak perlu menunggu momentum saat harga naik atau turun, sebab harga emas membutuhkan jangka waktu yang panjang agar naik secara signifikan.

Oleh karena itu, ketika berinvestasi emas disarankan minimal lima tahun atau setidaknya sepuluh tahun. Namun, bagi investor yang memiliki rentang waktu di bawah lima tahun dapat melihat titik tertinggi dan terendah harga selama dua tahun terakhir.

"Bila harga emas mendekati titik terendah atau di titik tengah, maka dapat membeli emas," ucapnya.

Menabung emas setiap bulan

Indra menambahkan, sebagai alat investasi jangka panjang, ada baiknya menabung emas secara rutin setiap bulannya. Hal itu ditekankan meskipun harga emas setiap harinya mengalami fluktuasi. Menurutnya dengan menabung rutin setiap bulan akan memperoleh keuntungan yang maksimal dan stabil.

Lebih lanjut, investasi emas sudah merambah online, sehingga dapat menabung dengan modal yang minim yang kemudian dapat disesuaikan dengan kemampuan.

Adapun kelebihan investasi emas secara online adalah praktis dan aman terhindar dari risiko kehilangan ketika menyimpan emas fisik sendiri. Tetapi yang harus diperhatikan investasi online di platform digital atau online harus yang telah mendapat izin dari regulator yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id