BI Ramal Penyaluran Kredit Baru di Kuartal II-2021 Tumbuh Positif

    Husen Miftahudin - 18 Juni 2021 19:35 WIB
    BI Ramal Penyaluran Kredit Baru di Kuartal II-2021 Tumbuh Positif
    Ilustrasi logo Bank Indonesia - - Foto: Antara/ Fanny Octavianus



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) memproyeksi penyaluran kredit baru pada kuartal II-2021 bakal tumbuh positif. Hal tersebut terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) hasil survei periode Mei 2021 sebesar 73,9 persen.

    "Berdasarkan kelompok bank, pertumbuhan secara kuartalan diprakirakan terjadi pada seluruh kategori bank. Sementara berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan juga diprakirakan terjadi pada seluruh jenis kredit," ungkap hasil survei permintaan dan penawaran pembiayaan perbankan oleh BI, Jumat, 18 Juni 2021.

     



    Berdasarkan hasil survei, kebijakan penyaluran kredit baru untuk kuartal II-2021 secara umum sedikit lebih ketat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal ini terindikasi dari SBT perubahan kebijakan penyaluran kredit kuartal II-2021 pada hasil survei periode Mei 2021 sebesar 3,7 persen.

    Berdasarkan jenis penggunaan, pengetatan kebijakan penyaluran kredit pada kuartal II-2021 diprakirakan terjadi pada Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI). "Sementara, kebijakan penyaluran kredit baru untuk jenis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan kredit konsumsi lainnya diprakirakan sedikit lebih longgar," ungkap survei tersebut.

    Sementara itu, penyaluran kredit baru pada Mei 2021 diprakirakan melambat dibandingkan April 2021. Hasil survei kepada perbankan menunjukkan bahwa SBT penyaluran kredit baru Mei 2021 sebesar 45,1 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan SBT bulan sebelumnya sebesar 48,0 persen.

    "Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan penyaluran kredit baru pada Mei 2021 diprakirakan terjadi pada jenis Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), dan kredit konsumsi lainnya," papar Bank Indonesia.

    Prakiraan melambatnya pertumbuhan kredit baru pada Mei 2021 sejalan dengan prakiraan melambatnya permintaan kredit baru. "Hal ini terindikasi dari nilai SBT permintaan kredit baru sebesar 31,0 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan SBT 35,1 persen pada April 2021," sebut BI.

    Di sisi lain, kebijakan penyaluran kredit (lending standard) pada Mei 2021 diprakirakan masih ketat sebagaimana bulan sebelumnya. Ini terindikasi dari SBT perubahan lending standard April 2021 sebesar 3,3 persen, tidak jauh berbeda dibandingkan SBT 3,5 persen pada bulan sebelumnya.

    Menurut survei, kebijakan penyaluran kredit yang ketat pada Mei 2021 diprakirakan dilakukan untuk kategori debitur Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun non-UMKM. Ini terindikasi dari nilai SBT yang tercatat positif masing-masing sebesar 2,1 persen dan 1,9 persen.

    "Faktor yang mempengaruhi perubahan standar pemberian kredit pada Mei 2021 antara lain proyeksi ekonomi ke depan, potensi risiko kredit ke depan, dan kondisi atau permasalahan sektor riil saat ini," tutup Bank Indonesia.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id