Adira Finance Syariah Tangani Covid-19

    Angga Bratadharma - 27 Juni 2020 09:30 WIB
    Adira Finance Syariah Tangani Covid-19
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    Jakarta: PT Adira Dinamika Multifinance Tbk atau Adira Finance turut mendukung pemerintah dalam menangani wabah covid-19. Dalam hal ini, Adira Finance Syariah, selama Mei-Juni 2020 telah menyalurkan dana kebajikan bidang kesehatan dengan donasi lebih dari 4.000 Alat Pelindung Diri (APD).

    "Gerakan sosial ini merupakan komitmen kami demi membantu kerja keras tenaga kerja kesehatan (Tenakes) yang bertugas di beberapa RS rujukan covid-19 yang berlokasi di sekitar 35 kantor cabang unit syariah kami,” ujar Kepala Divisi Syariah Adira Finance Yusron, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2020.

    Donasi APD oleh Adira Finance Syariah ini termasuk dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Kegiatan ini juga mengajak karyawan, konsumen, komunitas, dan seluruh ekosistem. Diharapkan kegiatan semacam ini bisa meringankan masyarakat yang terpapar covid-19, termasuk para tenaga medis.

    "Amanah penyaluran donasi APD ini merupakan komitmen kami dalam menghadapi masa pandemi covid-19. Kami berharap bantuan ini menjadi amal baik bagi kita semua, serta musibah ini segera berakhir," kata Yusron.

    Di sisi lain, Ketua Dewan Pembina The Habibie Center Ilham Akbar Habibie menilai pandemi covid-19 telah membuat lompatan besar dalam transformasi digital. Lompatan itu terekam di berbagai aspek kehidupan di Indonesia dan dunia.
     
    "Mungkin kita sudah menyadari kemajuan teknologi tersebut sejak lama. Namun adanya covid-19 ini seperti mengalami lompatan besar yang membuat kita melompat beberapa tahun ke depan sehingga dengan segera kita melakukan hal tersebut. Kalau tidak, kita tidak bisa menjalankan hidup sesuai dengan keinginan," ujar Ilham.
     
    Ilham ingin menekankan kembali terdapat sejumlah efek akibat pandemi covid-19. Salah satunya kehadiran teknologi, yang sangat jelas hadirnya teknologi daring atau online menjadi keniscayaan dalam kehidupan apapun, baik di bisnis, pendidikan, kesehatan maupun lain sebagainya.

    Lalu bagaimana keseimbangan antara dunia offline dengan online, atau online dengan onsite? Ketua Dewan Pembina tersebut menjawab saat ini belum mengetahuinya secara rinci dan ini yang kemungkinan disebut sebagai normal baru.
     
    "Kita sudah bisa membayangkan apa itu normal baru, namun kita belum berada sepenuhnya karena kita masih sangat terkungkung dengan adanya kondisi serta situasi saat ini akibat ancaman pandemi covid-19," pungkas Ilham Habibie.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id