comscore

Bank DKI Optimalkan Digitalisasi Dukung Layanan Pemprov DKI Jakarta

Angga Bratadharma - 22 Juni 2022 06:38 WIB
Bank DKI Optimalkan Digitalisasi Dukung Layanan Pemprov DKI Jakarta
Ilustrasi. FOTO: Bank DKI
Jakarta: Bank DKI sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) menyatakan siap terus mengembangkan layanan digital demi membantu berbagai program dari Pemprov DKI Jakarta. Hal itu sejalan dengan riset EV-DCI di 2022 bahwa Jakarta memiliki daya saing tertinggi dalam hal adopsi keuangan digital.

"Sebagai BPD milik Pemprov DKI, kami memiliki kewajiban mendukung transaksi-transaksi yang ada di Jakarta baik di lingkungan pemerintahan, perusahaan, maupun warga Jakarta sejalan dengan visi Jakarta yang maju kotanya dan bahagia warganya" ujar Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI Amirul Wicaksono, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 22 Juni 2022.
Setelah Jakarta, provinsi-provinsi dengan daya saing digital tertinggi adalah Jawa Barat dengan skor 58,5, Yogyakarta 49,2, Banten 47, dan Jawa Timur 45,6. Sedangkan wujud dukungan terhadap berbagai program yakni seperti program bantuan sosial (bansos) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Anak Jakarta (KAJ).

"Kita menggunakannya dengan kartu. Ke depan akan berubah dari kartu ke smartphone. Ini akan jadi tantangan buat Bank DKI untuk shifting ke smartphone," tuturnya.

Di sektor transportasi, dalam waktu dekat, Bank DKI akan mendukung program Pemprov DKI Jakarta yang akan menerapkan tarif terintegrasi. Di program ini warga cukup membayar Rp10 ribu selama tiga jam. Bank DKI juga punya agen di sejumlah pasar tradisional yang dimiliki Perumda Pasar Jaya untuk mengedukasi masyarakat dari yang transaksi tunai ke digital.

"Ini inovasi digital yang akan terus kita kembangkan, karena digitalisasi perbankan saat ini adalah sebuah keniscayaan agar hidup lebih aman, nyaman, dan sejahtera," ungkapnya.

Namun demikian, dalam mengembangkan layanan digital tersebut, Bank DKI selalu mengedepankan prinsip-prinsip keamanan atau proteksi untuk nasabah. Ini penting agar masyarakat tidak takut untuk mengakses layanan digital.

"Bank DKI ingin masyarakat merasa aman dalam menggunakan transaksi digital. Prinsipnya digitalisasi bukan sesuatu yang harus ditakuti, karena di setiap channel digital selalu disediakan instrumen agar transaksi tetap aman. Misalnya dengan penerapan PIN, OTP, dan Password," ucapnya.

"Dan yang paling penting berbagai layanan digital yang kami miliki semuanya sudah melalui izin BI sebagai regulator. Prinsipnya kami ingin antara kenyamanan dalam bertransaksi dan keamanan agar sejalan dan beriringan," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id