comscore

IFC Kucurkan KB Bukopin Rp4,41 Triliun untuk Inisiatif Sosial

Angga Bratadharma - 16 Juni 2022 19:40 WIB
IFC Kucurkan KB Bukopin Rp4,41 Triliun untuk Inisiatif Sosial
Gedung KB Bukopin. FOTO: KB Bukopin
Jakarta: International Finance Corporation (IFC) berkomitmen memberikan pinjaman senilai total USD300 juta atau setara Rp4,41 triliun (kurs Rp14.713 per USD) kepada PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP). Pinjaman mencakup penerbitan obligasi sosial pertama oleh bank swasta mana pun di Indonesia atau obligasi sosial.

Obligasi sosial tersebut akan sepenuhnya didedikasikan untuk mendanai inisiatif sosial yang berfokus pada penanganan dampak sosial ekonomi akibat dari covid-19 dan pembiayaan di segmen sosial seperti UMKM, perumahan yang terjangkau, perawatan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Struktur obligasi sosial ini dilakukan untuk memberikan 100 persen dari hasil secara langsung dan tidak langsung untuk Bank KB Bukopin, yang merupakan anak perusahaan yang dimiliki oleh KB Kookmin Bank Co Ltd (KBHQ) sebesar 67 persen. Obligasi sosial tersebut terdiri dari dua tahapan.


Tahap pertama berupa pinjaman senilai USD240 juta atau setara dengan Rp3,53 triliun (kurs Rp14.713 per USD) yang dipinjam oleh KBHQ, dengan 100 persen dari pinjaman tersebut akan secara eksklusif dipinjamkan kembali ke Bank KB Bukopin yang akan disalurkan pada pembiayaan untuk pertumbuhan portofolio pinjaman sosial.

Kemudian tahap kedua yaitu pinjaman langsung kepada Bank KB Bukopin senilai USD60 juta atau setara dengan Rp882,78 miliar (kurs Rp14.713 per USD) .

Direktur Keuangan Bank KB Bukopin Seng Hyup Shin menyampaikan pinjaman tersebut akan disalurkan dalam bentuk kredit yang berwawasan lingkungan dan sosial, sejalan dengan program yang sedang berjalan yaitu keuangan berkelanjutan dengan KB Bukopin akan menghindari kegiatan pembiayaan yang dapat menimbulkan dampak lingkungan dan risiko sosial.


"Selanjutnya pembiayaan akan disalurkan kepada debitur yang kurang terlayani secara sosial. Semua akan dilaksanakan untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi di Indonesia usai pandemi covid-19," tuturnya, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 16 Juni 2022.

IFC, anggota Grup Bank Dunia, adalah lembaga pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta di pasar negara berkembang. Adapun investasi tersebut tidak hanya akan berkontribusi pada pertumbuhan pembiayaan berorientasi sosial dengan cara yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.

Akan tetapi juga akan membantu mengembangkan pasar modal di Indonesia, dengan menambahkan ikatan tematik lain dalam bentuk instrumen ikatan sosial pertama oleh bank swasta mana pun di Indonesia.

"Kami bangga dapat menjalin kerja sama dengan KB Bukopin melalui inisiatif besar Grup Bank Dunia yang melihat sebagai penerbitan ikatan sosial pertama oleh bank swasta mana pun di Indonesia,” kata Direktur Regional IFC untuk Asia Timur dan Pasifik Kim-See Lim.


"Yang terpenting investasi ini datang pada saat yang krusial ketika pandemi covid-19 dirasakan telah memberikan kemunduran besar dalam upaya Indonesia untuk mengurangi kemiskinan dan mencapai tujuan pembangunannya," tambahnya.

"Ini merupakan langkah awal yang penting untuk mengembangkan pasar obligasi sosial di Indonesia yang dapat mempromosikan keberlanjutan dan inklusivitas sambil memberikan dukungan yang vital bagi pelaku bisnis UMKM dan lainnya yang terkena dampak pandemi," tutup Lim.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id