comscore

5 Kebijakan Prioritas OJK Perkuat Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di 2022

Husen Miftahudin - 20 Januari 2022 21:37 WIB
5 Kebijakan Prioritas OJK Perkuat Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di 2022
Ilustrasi Gedung OJK. Foto: dok MI/Ramdani.
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan lima kebijakan prioritas di 2022 yang ditujukan untuk terus memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, serta terus meningkatkan edukasi dan perlindungan konsumen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan, kebijakan prioritas pertama adalah memberikan insentif bersama untuk mendorong pembiayaan kepada sektor komoditas sesuai prioritas pemerintah, yaitu Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL BB) dari hulu sampai hilir dan stimulus lanjutan untuk mendorong kredit ke sektor properti.
"Kebijakan yang kedua, kami mempersiapkan sektor keuangan dalam menghadapi normalisasi kebijakan negara maju, antara lain melalui percepatan konsolidasi sektor jasa keuangan agar mempunyai pertahanan permodalan dan likuiditas untuk bersiap-siap terhadap apa yang akan terjadi apabila ada impact negatif terhadap normalisasi," ujar Wimboh dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2022, di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, 20 Januari 2022.

Kemudian, lanjutnya, percepatan pembentukan cadangan penghapusan kredit agar tidak terjadi cliff effect pada saat dinormalkan di 2023, penataan industri reksa dana dan penguatan tata kelola industri pengelolaan investasi, serta percepatan dan penyelesaian reformasi Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Ketiga, menyusun skema pembiayaan yang berkelanjutan di industri jasa keuangan untuk mendukung pengembangan ekonomi baru, dengan prioritas pengembangan ekonomi hijau, antara lain dengan pendirian bursa karbon dan penerbitan Taksonomi Hijau Indonesia. OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta pemerintah sedang mempercepat kerangka pengaturan bursa karbon Indonesia.

Keempat, memperluas akses keuangan kepada masyarakat khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mencapai target penyaluran kredit UMKM sebesar 30 persen pada 2024 dengan model klaster dalam satu ekosistem pembiayaan, pemasaran oleh off-taker, pembinaan, serta optimalisasi lahan yang belum tergarap.

OJK juga akan mengoptimalisasi program-program pembiayaan seperti KUR Kluster, kredit/pembiayaan melawan rentenir, digitalisasi BPR, Lembaga Keuangan Mikro, Bank Wakaf Mikro, serta skema pemasaran melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

"Di pasar modal terus akan kami kembangkan pembiayaan UMKM melalui security crowdfunding yang sudah kami luncurkan pada awal 2021 lalu," terang dia.

Prioritas kebijakan kelima adalah memperkuat kebijakan transformasi digital di sektor jasa keuangan agar sejalan dengan pengembangan ekosistem ekonomi digital dalam meningkatkan akses masyarakat ke produk dan jasa keuangan dengan harga yang lebih murah, kualitas yang lebih baik, dan akses yang cepat, termasuk literasi dan perlindungan kepentingan konsumen termasuk penegakan hukum.

OJK juga akan terus memitigasi ekses pinjaman online dengan meningkatkan aturan prudensial dengan permodalan yang lebih tinggi dan  penerapan market conduct yang lebih baik.

"Hal ini kami lakukan literasi edukasi kepada masyarakat dalam rangka perlindungan konsumen dan juga kita tetap akan mendukung penegakan hukum apabila ada yang dilanggar. Hal ini kami lakukan bersama-sama dengan mitra kami berdasarkan SKB yang sudah kami lakukan sebelumnya," tegas Wimboh.

Selain itu, OJK juga akan mendorong keuangan formal seperti perbankan, lembaga keuangan nonbank untuk masuk ke dalam bisnis online digital. "Sehingga, ini bisa menutup gap permintaan yang begitu besar di masyarakat," tutup Wimboh.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id