comscore

OJK Bidik Kredit di 2022 Tumbuh 7,5%

Husen Miftahudin - 20 Januari 2022 11:59 WIB
OJK Bidik Kredit di 2022 Tumbuh 7,5%
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: Tangkapan layar channel youtube OJK
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit di sepanjang 2022 dapat mencapai 7,5 persen secara tahun ke tahun atau year on year (yoy). Target tersebut sebenarnya lebih rendah ketimbang target tahun lalu yang pada awalnya ditetapkan sebesar 8,5 persen (yoy), meskipun realisasinya hanya tumbuh 5,2 persen (yoy).

"Dengan mempertimbangkan berbagai tantangan dan arah kebijakan dan juga proyeksi ekonomi kita sekitar 5,2 persen di 2022 ini, kami memproyeksikan di 2022 ini akan lebih baik dari tahun lalu sehingga kredit kami perkirakan akan tumbuh sekitar 7,5 persen dan DPK (Dana Pihak Ketiga) di rentang sekitar 10 persen," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, 20 Januari 2022.

 



Wimboh mengungkapkan, target pertumbuhan penyaluran kredit untuk 2022 tersebut bergantung pada mobilitas masyarakat. Jika mobilitasnya sudah leluasa, maka ruang untuk belanja oleh masyarakat pun turut terbuka.

"Kalau mobilitas leluasa, maka ruang untuk belanja, piknik, untuk menengok orang tua itu besar sehingga itu bisa menimbulkan multiplier effect kepada orang-orang untuk spending, belanja," jelas dia.

Jika begitu, lanjutnya, maka ruang untuk berjualan juga akan semakin terbuka. Kondisi ini pasti akan meningkatkan permintaan kredit, karena modal kerja para pelaku usaha juga akan semakin bertambah.

Apalagi, menurut Wimboh, lebih dari 50 persen dari Produk Domestik Produk (PDB) Indonesia ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Hal tersebut jelas berkaitan erat dengan permintaan dan penyaluran kredit.

Meskipun di sisi lain Wimboh mengakui, target pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 7,5 persen di 2022 tersebut tidak terjadi lompatan yang tinggi ketimbang dengan target yang ditetapkan OJK pada 2021.

"Makanya kemarin (pertumbuhan kredit 2021) sebesar 5,2 persen itu luar biasa, which is sebelumnya di 2020 itu sangat rendah, ini lompatannya luar biasa. Tapi di 2022 ini lompatannya tidak tinggi, tapi kita harapkan mobilitas bergerak luar biasa dan penanganan covid-19 bisa terkendali," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Heru Kristiyana menambahkan target pertumbuhan kredit yang ditetapkan otoritas di tahun ini tersebut masuk akal. Dia bilang, angka target ini juga sejalan dengan Rencana Bisnis Bank yang telah disampaikan industri perbankan.

"Kita ingat kemarin di masa sulit seperti itu ternyata kita bisa tumbuh 5,2 persen, padahal sebelumnya minus. Target kredit 7,5 persen di 2022 saya kita sangat masuk akal. Saya juga yakin target 7,5 persen itu dapat tercapai di tahun ini dengan berbagai dorongan," pungkas Heru.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id