Jual Menara, Laba Indosat Meningkat Jadi Rp5,59 Triliun

    Annisa ayu artanti - 30 Juli 2021 14:18 WIB
    Jual Menara, Laba Indosat Meningkat Jadi Rp5,59 Triliun
    Ilustrasi logo Indosat - - Foto: dok AFP



    Jakarta: PT Indosat Tbk (ISAT) akhirnya kembali mencatatkan laba setelah tahun lalu merugi Rp341,1 miliar. Tercatat perusahaan dapat meraih laba bersih sebesar Rp5,59 triliun pada semester I-2021.

    "Indosat Ooredoo membukukan laba bersih sebesar Rp5,59 triliun atau meningkat sebesar Rp5,94 triliun dibandingkan rugi bersih di semester I-2020," tulis manajemen Indosat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 30 Juli 2021.

     



    Manajemen menjelaskan laba bersih terbukukan karena adanya transaksi penjualan menara serta optimalisasi biaya yang dilakukan secara kontinu.

    Indosat mencatat pendapatan dari penjualan menara pada kuartal II-2021 sebesar Rp6 triliun. Sementara dari pos pendapatan, Indosat mencatat peningkatan pendapatan sebesar 11,4 persen dari Rp13,45 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp14,98 triliun pada semester I-2021.


    Adapun layanan selular, MIDI, dan telekomunikasi tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 82,8 persen, 15,3 persen, dan 1,9 persen terhadap pendapatan usaha konsolidasian yang berakhir pada 30 Juni 2021.

    "Pertumbuhan ini merupakan hasil dari kinerja yang kuat dari segmen selular dan didukung oleh rebound di segmen bisnis enterprise," ucapnya.

    Sementara dari pos beban mengalami penurunan 36 persen secara tahunan, dari Rp12,36 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp7,91 triliun pada paruh pertama tahun ini.


    "EBITDA juga meningkat menjadi Rp6,7 triliun pada semester I-2021 atau naik sebesar 24,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, karena kombinasi dari pertumbuhan top line dan optimalisasi biaya yang terukur. Termasuk optimalisasi dalam kontrak-kontrak pemeliharaan jaringan dan kampanye pemasaran yang lebih efisien, membuat EBITDA margin sebesar 45,2 persen pada semester I-2021," jelasnya.

    Lebih lanjut, dari sisi aset  meningkat sebesar 89,9 persen menjadi Rp18,22 triliun, terutama karena peningkatan kas dan setara kas dari transaksi penjualan menara. Sedangkan untuk aset tidak lancar sedikit menurun sebesar 1,9 persen menjadi Rp52,16 triliun terutama diakibatkan karena penjualan aset.

    Lalu, untuk liabilitas jangka pendek meningkat sebesar 12,4 persen menjadi Rp25,46 triliun miliar yang utamanya akibat peningkatan utang obligasi akibat reklasifikasi dari utang porsi jangka panjang ke utang jatuh tempo.

    Liabilitas jangka panjang juga menurun sebesar 3,1 persen menjadi Rp26,36 triliun diakibatkan penurunan dalam utang pengadaan jangka panjang dan utang obligasi, utamanya dikarenakan reklasifikasi dari utang porsi jangka panjang ke dalam utang jatuh tempo, yang diimbangi oleh kenaikan liabilitas sewa dampak dari penambahan jumlah menara.

    Per 30 Juni 2021, perusahaan memiliki utang pokok (tidak termasuk biaya transaksi yang belum diamortisasi dan liabilitas sewa) sebesar Rp15,26 triliun. Posisi kas perusahaan per 30 Juni 2021 adalah sebesar Rp10,89 triliun dengan utang bersih sebesar Rp4,36 triliun.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id