LPS Pecut Literasi Demi Perluas Jangkauan Pasar Keuangan ke Semua Masyarakat

    Husen Miftahudin - 04 Agustus 2021 12:54 WIB
    LPS Pecut Literasi Demi Perluas Jangkauan Pasar Keuangan ke Semua Masyarakat
    Ilustrasi. Foto: dok.MI



    Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk meningkatkan kegiatan literasi keuangan guna mendorong pendalaman pasar keuangan.

    Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, terciptanya pasar keuangan yang dalam akan meningkatkan efisiensi pasar keuangan. Upaya tersebut juga mampu memperluas jangkauan pasar keuangan ke seluruh lapisan masyarakat melalui kemudahan akses dan pilihan investasi yang beragam.

     



    "Pasar keuangan yang efisien dan dalam juga akan terus mendukung terwujudnya stabilitas sistem keuangan yang lebih baik. Berbagai penelitian juga menegaskan bahwa pasar keuangan yang dalam dan berkembang akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi," ucap Purbaya dalam acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) secara virtual, dikutip Rabu, 4 Agustus 2021.

    Soal literasi dan inklusi keuangan, pemerintah bersama otoritas terkait dan industri jasa keuangan secara berkesinambungan bekerja keras untuk meningkatkan indeksnya.

    Adapun berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang dilakukan OJK pada 2019 menunjukkan bahwa Indeks Literasi Keuangan Indonesia mencapai 38,03 persen dan indeks Inklusi Keuangan mencapai 79,19 persen. Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei OJK pada 2016 dimana Indeks Literasi Keuangan di 29,7 persen dan Indeks Inklusi Keuangan di 67,8 persen.

    "Dengan demikian, dalam tiga tahun terakhir terdapat peningkatan pemahaman keuangan masyarakat sebesar 8,33 persen serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan sebesar 8,39 persen," paparnya.

    Menurut Purbaya, kemampuan literasi keuangan memiliki peran penting dan dapat berkontribusi di dalam proses pengambilan keputusan keuangan, baik untuk individu maupun dalam skala korporasi.

    "Oleh sebab itu diperlukan sosialisasi yang terpadu dan intensif mengenai produk-produk industri keuangan nasional, termasuk fitur-fiturnya sebagai langkah dalam meningkatkan inklusi dan literasi dan keuangan nasional," tegas dia.

    Purbaya melanjutkan bahwa kemampuan literasi keuangan juga memberikan manfaat yang besar bagi sektor jasa keuangan. Ia mengharapkan dengan semakin tingginya tingkat keuangan masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.

    "Saya berharap acara (Like It) ini dapat menjadi salah satu kegiatan yang memberikan pemahaman dan informasi mengenai manfaat dan risiko produk dan layanan jasa keuangan yang pada gilirannya membantu target Pemerintah Indonesia, khususnya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat," pungkas Purbaya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id