Hawa Resesi Tak Bikin Kurs Rupiah Tergelincir

    Husen Miftahudin - 20 Oktober 2020 16:57 WIB
    Hawa Resesi Tak Bikin Kurs Rupiah Tergelincir
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyatakan hawa resesi tak membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tergelincir. Pada perdagangan hari ini, mata uang Garuda tersebut justru menunjukkan otot-ototnya melawan dolar.

    "Hawa resesi memang sudah tampak jelas, ini terlihat dari konsumsi masyarakat yang masih stagnan dan infrastruktur yang masih jalan di tempat. Namun resesi yang terjadi di dalam negeri juga diikuti negara-negara lainnya yang sudah dari awal terdampak resesi akibat pandemi covid-19, jumlahnya ada 49 negara," ujar Ibrahim dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Sehingga, lanjutnya, resesi tak perlu ditakutkan lagi. Saat ini pemerintah dan masyarakat harus bahu membahu untuk mengembalikan ekonomi yang sempat hancur akibat pandemi covid-19, meskipun secara fundamental ekonomi RI masih jadi idola investor asing.

    "Pada dasarnya fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup bagus dan masih diidolakan oleh investor asing, terutama Surat Utang Negara (SUN) dan obligasi dengan bunga yang masih kompetitif," paparnya.

    Sebelumnya, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 terkontraksi antara minus satu sampai minus 2,9 persen. Hampir seluruh komponen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami kontraksi alias pertumbuhan yang negatif.

    "Pada kuartal III-2020 konsumsi rumah tangga akan di antara minus 1,5 persen hingga minus tiga persen, investasi juga masih mengalami tekanan antara minus 6,4 persen sampai negatif 8,5 persen. Ekspor masih dalam range minus 8,7 persen sampai minus 13,9 persen, impor juga masih mengalami tekanan. Secara keseluruhan untuk tahun 2020 adalah antara minus 0,6 persen hingga negatif 1,7 persen," ungkap Ibrahim.

    Adapun pada penutupan perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap USD mengalami penguatan. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat ke posisi Rp14.657 per USD dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.707 per USD.

    Mata uang Garuda tersebut menguat 50 poin atau setara 0,34 persen. Rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.657 per USD sampai Rp14.718 per USD.

    Menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di jalur hijau pada posisi Rp14.650 per USD. Rupiah menguat sebanyak 87 poin atau setara 0,59 persen, dari Rp14.737 per USD di penutupan perdagangan sebelumnya.

    Begitu pula berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.729 per USD atau menguat sebanyak 12 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan sebelumnya sebesar Rp14.741 per USD.

    "Dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan akan dibuka melemah tipis, namun ditutup menguat sebesar 10-50 poin di level Rp14.625 per USD sampai Rp14.660 per USD," pungkas Ibrahim.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id