Tekanan Mereda, Kurs Rupiah Pagi Menguat ke Rp14.120/USD

    Angga Bratadharma - 02 Desember 2020 09:20 WIB
    Tekanan Mereda, Kurs Rupiah Pagi Menguat ke Rp14.120/USD
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau menguat ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.130 per USD. Mata uang Garuda kembali ke area positif usai kekhawatiran investor mereda terkait melonjaknya kasus covid-19 di Tanah Air.

    Mengutip Bloomberg, Rabu, 2 Desember 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke level Rp14.120 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.120 hingga Rp14.130 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.938 per USD.

    Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat melemah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena suasana risk on kembali ke pasar, mengurangi selera untuk mata uang safe haven. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,61 persen menjadi 91,3154.

    Kondisi risk on menggambarkan pelaku pasar sedang optimistis terhadap prospek kondisi perekonomian yang semakin membaik. Artinya para pedagang ataupun investor cenderung mengalihkan modalnya ke instrumen finansial yang memberikan imbal hasil tinggi.

    Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2047 dari USD1,1947 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3416 dari USD1,3343 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7364 dari USD0,7352.

    Sedangkan dolar AS dibeli 104,40 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 104,33 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9006 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9065 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2936 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2962 dolar Kanada.

    "Berita positif pengembangan vaksin covid-19 meningkatkan harapan pemulihan ekonomi dan mengikis permintaan safe haven untuk dolar. Dalam waktu dekat, kami pikir ketidakpastian di sekitar jalur pandemi dan prospek fiskal AS dapat melindungi tren turun dolar. Tapi kami memperkirakan pelemahan lebih lanjut untuk greenback pada 2021," kata analis UBS.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena momentum positif berlanjut di Wall Street. Wall Street mampu keluar dari zona negatif di sesi sebelumnya di tengah lonjakan kasus infeksi covid-19.

    Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 185,28 poin atau 0,63 persen menjadi 29.823,92. S&P 500 naik 40,82 poin atau 1,13 persen menjadi 3.662,45. Indeks Komposit Nasdaq naik 156,37 poin atau 1,28 persen menjadi 12.355,11. Baik S&P 500 maupun Nasdaq mencatatkan rekor penutupan. 

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id