Gerak Rupiah 'Loyo' di Pekan Ini

    Angga Bratadharma - 09 Januari 2021 13:03 WIB
    Gerak Rupiah 'Loyo' di Pekan Ini
    Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan di sepanjang pekan ini terpantau berada di zona pelemahan. Mata uang Garuda kesulitan menahan gempuran mata uang Paman Sam sehingga di akhir pekan harus kembali terpental ke level Rp14 ribu per USD.

    Mengutip data Bloomberg, Sabtu, 9 Januari 2021, nilai tukar rupiah pada awal pekan ini atau tepatnya Senin, 4 Januari, berada di level Rp13.895 per USD. Lalu pada Selasa, 5 Januari, mata uang Garuda melemah ke posisi Rp13.915 per USD. Kemudian pada Rabu, 6 Januari, nilai tukar rupiah mampu menguat ke posisi Rp13.895 per USD.

    Sedangkan pada Kamis, 7 Januari, mata uang Garuda tertekan ke level Rp13.910 per USD. Kemudian pada Jumat, 8 Januari, nilai tukar rupiah kembali melemah ke posisi Rp14.022 per USD. Mata uang Garuda harus kembali ke level Rp14 ribu per USD meski ada katalis positif berupa pemerintah yang segera menjalankan program vaksinasi covid-19.

    Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat berbalik naik terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Data penggajian atau payrolls AS Desember yang suram meningkatkan ekspektasi kebijakan stimulus lanjutan guna menopang ekonomi yang terpukul oleh covid-19.

    Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terakhir naik 0,35 persen pada 90,177 setelah menyentuh tertinggi 90,252, level terbaik sejak 1 Januari. Indeks dolar jatuh tujuh persen pada 2020 dan sebanyak 0,9 persen dalam beberapa hari pertama tahun baru karena ekspektasi stimulus fiskal AS.

    Tetapi sejak mencapai level terendah sejak Maret 2018, greenback telah menemukan beberapa pijakan, naik sebanyak 1,2 persen selama dua sesi. Euro dan poundsterling melemah terhadap dolar. Euro terakhir turun 0,5 persen menjadi 1,2209 dolar sementara poundsterling terakhir diperdagangkan pada 1,3562 dolar, turun 0,01 persen pada hari itu.

    Departemen Tenaga Kerja mengatakan payrolls nonpertanian jatuh 140 ribu pada Desember, penurunan pertama dalam delapan bulan, jauh di bawah ekspektasi untuk kenaikan 71 ribu pekerjaan yang masih lemah. Tingkat pengangguran 6,7 persen. Data ekonomi selama seminggu menjelang laporan menunjukkan pasar tenaga kerja terhenti.

    Greenback telah naik dari level terendah hampir tiga tahun pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) karena kenaikan imbal hasil obligasi AS membantu memicu pelepasan taruhan bearish pada mata uang, dengan para pedagang mengambil untung terhadap euro pada khususnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id