2021, BTN Dorong Upaya Pemerintah Pulihkan Ekonomi RI

    Ade Hapsari Lestarini - 03 Januari 2021 19:54 WIB
    2021, BTN Dorong Upaya Pemerintah Pulihkan Ekonomi RI
    Plt Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. Foto: dok BTN.
    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengawali 2021 terus mendorong upaya Pemerintah untuk memulihkan perekonomian. Salah satunya dengan mendukung program pemulihan ekonomi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 138/2020.

    Plt Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan BTN mendukung seluruh kebijakan yang diambil Pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam perannya sebagai bank yang ditunjuk pemerintah untuk program PEN, perseroan telah menyalurkan dana PEN untuk sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi, utamanya dari sektor properti.

    Selain itu BTN juga telah melakukan restrukturisasi kredit, dan pemberian subsidi bunga kepada debitur baik dari segmen kredit consumer, komersial, maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Nixon juga menyambut baik kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk perpanjangan kebijakan stimulus covid di sektor perbankan lewat POJK Nomor 48 /POJK.03/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019.

    Menurut dia, setelah Pemerintah memperluas pemberian subsidi bunga kepada debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) pada Oktober lalu, lewat PMK Nomor 138/2020, perseroan langsung memacu penyaluran subsidi bunga kredit kepada para debiturnya, baik debitur KPR konvensional, KPR syariah, maupun UMKM.

    Per Desember 2020, bank yang fokus pada kedit perumahan tersebut segera merealisasikan 96 persen dari dana subsidi yang diberikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu( untuk disalurkan kepada debitur yang memenuhi persyaratan.

    "Kami mencatat dari total Rp2,6 triliun yang diberikan pemerintah untuk subsidi bunga sesuai PMK 138/2020, untuk disalurkan kepada 1.249.476 debitur dengan nilai Rp2,498 triliun, sisanya dana subsidi akan kami kebut pada awal 2021 secara bertahap," kata Nixon, dalam keterangan resminya, Minggu, 3 Januari 2021.

    Rincian dari total tersebut, disalurkan bertahap kepada sekitar 1.130.891 debitur KPR konvensional dengan nilai pencairan sekitar Rp2,175 triliun dan 62 debitur UMKM dengan realisasi pencairan sebesar Rp578,134 juta. Serta diberikan juga kepada 118.523 debitur KPR syariah dengan nilai pencairan Rp322,144 miliar.

    Adapun debitur yang berhak mendapatkan subsidi tersebut, memenuhi syarat yang dijabarkan dalam PMK 138/2020 di antaranya merupakan kredit UMKM, KPR sampai dengan tipe 70, kredit kendaraan bermotor produktif dengan plafon kredit/pembiayaan paling tinggi Rp10 miliar, memiliki baki debet kredit/pembiayaan sampai dengan 29 Februari 2020, tidak termasuk dalam Daftar Hitam Nasional untuk plafon kredit/pembiayaan di atas Rp50 juta, debitur dalam kategori performing loan lancar, bukan termasuk rekening KUR, debitur tidak dalam jatuh tempo, dan lain sebagainya.

    Debitur yang berhak mendapatkan subsidi adalah debitur yang dipilih oleh OJK dan diverifikasi kembali oleh bank sesuai dengan persyaratan dari Kemenkeu pada PMK 138/2020. Debitur akan diberitahu oleh bank saat pendistribusian berhasil dilakukan.

    Adapun debitur yang berhak akan mendapatkan surat pemberitahuan oleh bank di dalam suratnya terdapat informasi portal web yang bisa diakses oleh debitur. Informasi mengenai subsidi bunga tersebut dapat dilihat dengan mengakses alamat https://www.jendelaumkm.id dengan menggunakan NIK dan Nomor Rekening Kredit.

    Sementara subsidi bunga diberikan untuk tagihan mulai Mei 2020 sampai dengan enam bulan ke depan (maksimal Desesember 2020) tergantung dengan kondisi syarat yang berlaku.

    "Intinya kami berusaha seoptimal mungkin menyalurkan subsidi kepada yang benar-benar berhak, dengan harapan dapat meringankan beban kredit, meningkatkan daya beli dan tetap memberikan ruang bagi para debitur untuk tetap produktif di masa pendemi covid-19 ini," kata Nixon.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id