Di Tengah Covid-19, Pendapatan Indosat Naik 9,2%

    Husen Miftahudin - 12 Januari 2021 20:15 WIB
    Di Tengah Covid-19, Pendapatan Indosat Naik 9,2%
    Indosat Ooredo mampu meraup keuntungan di tengah situasi pandemi covid-19. Foto: AFP
    Jakarta: Sepanjang sembilan bulan 2020, PT Indosat Tbk (ISAT) alias Indosat Ooredo mampu memberikan layanan terbaik bagi pelanggan di tengah situasi pandemi covid-19. Hal tersebut tercermin dalam data keuangan perusahaan yang berhasil membukukan pendapatan sebanyak Rp20,6 triliun atau naik 9,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    "Strategi turnaround kami masih berjalan sesuai rencana dan kami telah berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan Indosat Ooredoo dengan kinerja yang solid untuk sembilan bulan pertama 2020," kata Direktur & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 12 Januari 2021.

    Lonjakan pendapatan tertinggi Indosat berasal dari pendapatan seluler sebesar 12,9 persen menjadi Rp17 triliun (yoy). Selain itu, Indosat juga membukukan peningkatan Average Revenue per User (ARPU) menjadi Rp31.700 dari sebelumnya Rp27.800 pada kuartal ketiga 2019, tercermin dari peningkatan penggunaan data sebesar 55 persen (yoy).

    "Produk-produk yang kami tawarkan tahun lalu lebih simple dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Hal tersebut terbukti efektif meningkatkan jumlah subscriber menjadi 60,4 juta pelanggan sampai akhir September 2020, naik 2,8 persen secara year on year," tutur Vikram.

    Sementara itu, Vikram menyatakan bahwa Indosat terus berkomitmen melayani kebutuhan digital dengan berfokus mengembangkan jaringan 4G ke seluruh pelosok Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa. Pasalnya, kebutuhan layanan digital dan telekomunikasi selama pandemi covid-19 meningkat pesat.

    "Banyak masyarakat yang harus bekerja dari rumah serta anak-anak sekolah dari rumah. Jadi tahun ini kami akan terus melanjutkan berbagai inisiatif yang telah kami lakukan sebelumnya," jelasnya.

    Vikram mengungkapkan bahwa tahun ini perusahaan akan melanjutkan investasi dalam memodernisasi infrastruktur utama dan mengembangkan jaringan. "Ke depan kami juga akan mendukung pemerintah Indonesia dalam menyediakan infrastruktur yang lebih baik bagi ekonomi digital Indonesia," papar dia.

    Vikram mengakui bahwa bahwa teknologi 5G merupakan masa depan telekomunikasi. Namun demikian, ungkapnya, perseroan masih akan berfokus untuk mengembangkan 4G ke seluruh pelosok Indonesia.

    "Kami mendukung rencana pemerintah dalam mengimplementasikan teknologi 5G setelah cakupan 4G telah merata dan maksimal pemanfaatannya. Timing bagi kami sangat penting karena ekosistemnya harus siap. Oleh karena itu kami terus bekerja dan berkomunikasi dengan regulator terkait roadmap-nya sehingga keuntungan 5G bisa dirasakan seluruh ekosistem," pungkas Vikram.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id