Di Tengah Ketidakpastian, Dana Kelola Bareksa Tembus Rp2 Triliun

    Suci Sedya Utami - 17 Maret 2020 13:38 WIB
    Di Tengah Ketidakpastian, Dana Kelola Bareksa Tembus Rp2 Triliun
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.
    Jakarta: Di tengah ambruknya pasar saham dan finansial global, total dana kelolaan (Asset Under Management/ AUM) marketplace financial Bareksa justru masih terus bertumbuh.

    Menurut data, total AUM Bareksa per 15 Maret 2020 sudah tembus melebihi Rp2 triliun, melesat 20 persen dibanding akhir 2019. Jika dibandingkan dengan angka bulan lalu di saat pandemi virus korona menghancurkan bursa saham di berbagai belahan dunia, AUM Bareksa masih melonjak 12 persen. Padahal saat itu kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam periode yang sama jeblok 17 persen.

    Peningkatan AUM ini didorong nilai pembeliaan atau subscription reksa dana selama satu bulan terakhir, termasuk Sukuk Ritel (SR 012) yang diterbitkan Pemerintah juga menguat 48 persen dibandingkan periode sama bulan sebelumnya.

    Selain itu, jumlah nasabah Bareksa pun terus bertumbuh. Kini sudah mencapai 800 ribu atau sekitar 42 persen dari jumlah investor reksa dana di Indonesia.

    "Jika tren ini berlanjut, ini merupakan fenomena penting yang menunjukkan potensi fintech di area e-investasi bukan hanya untuk melakukan pendalaman tapi juga stabilisasi market di masa-masa mendatang khususnya di saat terjadi guncangan besar di dunia keuangan Indonesia. Bersama-sama pemain lainnya, Bareksa siap ikut membantu pemerintah dan OJK dalam meredam dampak pandemi covid-19 di pasar keuangan kita," kata Co-founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra dalam keterangan resmi Selasa, 17 Maret 2020.

    Work From Home

    Menindaklanjuti arahan dan imbauan Presiden Jokowi pada hari Minggu lalu untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah di rumah, Karaniya menjelaskan Bareksa telah menetapkan sejumlah kebijakan untuk ikut mendukung upaya meredam penyebaran covid-19 sembari tetap menjamin layanan bagi nasabah.

    Pertama, Bareksa menerapkan kebijakan kerja dari rumah untuk semua divisi pada periode 17-31 Maret 2020. "Untuk periode selanjutnya akan diputuskan melihat perkembangan situasi," tutur dia.

    Kedua, memastikan semua layanan nasabah akan tetap berjalan seperti biasa. Nasabah masih bisa bertransaksi melalui website (mobile dan desktop) serta aplikasi Bareksa.

    “Menjaga kesehatan adalah investasi yang penting untuk masa depan. Dan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi di Bareksa tetap menjadi yang utama. Karena itu, Bareksa memastikan layanan nasabah akan berjalan normal sementara karyawan bekerja dari rumah," sambung dia.

    Ketiga, Bareksa menyatakan siap membantu pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meringankan tekanan di pasar modal dan keuangan nasional. Antara lain, dengan terus mendukung penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online yang saat ini masih dalam masa penawaran Sukuk Ritel (SR012).

    "Selain itu, terus mengedukasi dan mendorong penjualan reksa dana pasar uang, yang bisa menjadi pilihan bagi investor dalam jangka pendek," tuturnya.

    Keempat, Bareksa segera meluncurkan BareksaEmas, yakni fitur jual-beli emas secara online dengan fasilitas titipan. BareksaEmas diharapkan bisa menjadi aset aman (safe haven investment) yang dapat menjadi alternatif sekaligus diversifikasi investasi bagi masyarakat Indonesia di tengah ketidakpastian saat ini.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id