PSBB Total DKI Masih Jadi Efek Kejut Rupiah

    Husen Miftahudin - 11 September 2020 18:02 WIB
    PSBB Total DKI Masih Jadi Efek Kejut Rupiah
    Ilustrasi pelemahan rupiah - - Foto: dok Antara
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih dibayangi efek kejut imbas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total di Ibu Kota. Rupiah pun tak berdaya.

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai efek kejut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu masih direspons negatif para pelaku pasar keuangan. Bahkan, sebutnya, dana-dana asing kabur hingga ratusan triliun.

    "Pengumuman PSBB total tersebut memberikan efek kejut yang sangat dahsyat. Bahkan lebih dari Rp350 triliun dana asing yang ada di pasar finansial kembali ke luar pasar," ujar Ibrahim dalam keterangannya kepada Medcom.id, Jumat, 11 September 2020.

    Menurut Ibrahim kebijakan PSBB total di DKI Jakarta ini sangat bertentangan dengan semangat reformasi ekonomi yang saat ini sedang didengungkan oleh pemerintah dan Bank Indonesia. Sehingga, strategi bauran kebijakan fiskal dan moneter yang sudah dirumuskan menjadi kacau balau.

    "Selama ini sudah berjalan baik, bahkan akan mendapat hasil yang maksimal. Namun semua hancur lebur karena pernyataan Gubernur DKI Jakarta yang kurang populer tersebut," ungkapnya.

    Adapun pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah kian melemah. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melempem ke posisi Rp14.890 per USD dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.855 per USD.

    Mata uang Garuda tersebut melemah sebanyak 35 poin atau setara 0,24 persen. Rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.890 per USD sampai Rp14.950 per USD.

    Sedangkan menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.922 per USD. Rupiah mengalami pelemahan sebanyak 55 poin atau setara 0,37 persen, dari Rp14.867 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.979 per USD atau melemah signifikan sebanyak 108 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.871 per USD.

    "Dalam perdagangan minggu depan di hari Senin kemungkinan mata uang rupiah akan dibuka melemah cukup tajam di kisaran 50-200 poin di level Rp14.850 per USD sampai Rp15.010 per USD," tutup Ibrahim.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id