BI Siap Menanggung Beban Lebih Besar Biayai PEN

    Husen Miftahudin - 29 Juni 2020 16:31 WIB
    BI Siap Menanggung Beban Lebih Besar Biayai PEN
    Bank Indonesia (BI). Foto : MI/Usman Iskandar.
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) dan pemerintah akan berbagi beban (burden sharing) untuk menutup kebutuhan pembiayaan utang dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Bank sentral bahkan menyatakan kesiapannya untuk menanggung beban lebih besar.

    "Burden sharing, BI siap. Tak hanya pendanaan, tapi juga (menanggung) beban secara lebih besar," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.

    Perry menegaskan skema burden sharing yang dirancang otoritas moneter dan fiskal tersebut bakal rampung dalam waktu dekat. Saat ini keduanya tengah membahas rancangan detail akhir skema bagi beban pembiayaan utang tersebut.

    "Pendanaan dan beban dari BI sesuai pembahasan, tentu Bu Menkeu (Sri Mulyani Indrawati) dan saya sepakat untuk menindaklanjuti. Dalam waktu segera Bu Menteri dan kami bahas secara lebih detail," paparnya.

    Dalam skema burden sharing, Bank Indonesia akan terus berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Bahkan untuk korporasi bisa dipertimbangkan bersama-sama dengan para pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    "Bahkan kami juga bisa pertimbangkan korporasi bersama-sama dengan UMKM. Secara detail Bu Menkeu dengan saya janjian untuk tindak lanjuti tata kelola. Harus dipastikan," ungkap Perry.

    Di tempat yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan beban dampak covid-19 untuk public goods sebesar Rp397,6 triliun. Ini akan digunakan untuk sektor kesehatan, perlindungan sosial, sektoral kementerian lembaga (K/L), dan pemerintah daerah (pemda).

    Untuk non-public goods, beban biaya yang ditanggung dari dampak covid-19 mencapai Rp505,86 triliun. Dana ini digunakan untuk insentif Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), korporasi non-UMKM, serta lainnya.

    "Untuk hal-hal yang sifatnya berhubungan dengan public goods langsung akan dilakukan burden sharing, yaitu untuk bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan sektoral pemda akan kita burden sharing dengan BI," jelas dia.

    Dengan asumsi market rate 7,36 persen, maka beban bunga utang atas dampak covid-19 adalah Rp66,5 triliun per tahun. Sesuai skema burden sharing, BI akan menanggung Rp35,9 triliun atau 53,9 persen dari total beban bunga utang tersebut.

    Adapun skema burden sharing yang akan dilakukan, antara lain untuk public goods 100 persen ditanggung BI, non-public goods UMKM adalah BI reverse repo rate dikurangi satu persen, non-public goods korporasi non-UMKM akan ditanggung pemerintah menggunakan BI reverse repo rate, dan non-public goods lainnya akan ditanggung beban bunganya 100 persen oleh pemerintah.
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id