RAPBN 2021, Proyeksi Rupiah Sejalan dengan Ramalan BI

    Husen Miftahudin - 01 September 2020 20:20 WIB
    RAPBN 2021, Proyeksi Rupiah Sejalan dengan Ramalan BI
    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - - Foto: dok Bank Indonesia
    Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut proyeksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 sudah sejalan dengan ramalan bank sentral.

    Dalam RAPBN 2021, pemerintah memproyeksi nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp14.600 per USD. Sementara Bank Indonesia meramal mata uang Garuda pada tahun depan tersebut berada di kisaran Rp13.900 per USD hingga Rp14.700 per USD.

    "Secara keseluruhan untuk 2021 kami berpandangan bahwa asumsi pemerintah dalam penyusunan RAPBN 2021, rata-rata nilai tukar rupiah itu Rp14.600 per USD, itu juga masih sejalan dengan prakiraan BI sekitar Rp13.900 sampai dengan Rp14.700 per USD," ujar Perry dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Selasa, 1 September 2020.

    Bank Indonesia juga memprediksi tingkat inflasi pada 2021 bisa kembali pada sasaran tiga persen plus minus satu persen atau pada kisaran dua sampai empat persen. Perry optimistis inflasi pada tahun depan akan kembali stabil.

    "Untuk tahun depan kami juga memperkirakan bahwa inflasi akan tetap terkendali, konsisten dengan kebijakan-kebijakan pemerintah karena BI bersama pemerintah terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas harga baik di pusat maupun di daerah," tegasnya.

    Dengan demikian, Bank Indonesia memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2021 berada di kisaran 4,8 persen sampai 5,8 persen. Proyeksi bank sentral tersebut sedikit lebih baik ketimbang proyeksi pemerintah yang dalam RAPBN mematok pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen.


    "Kami berpandangan bahwa kisaran asumsi pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi dalam penyusunan RAPBN 2021 antara 4,5 persen hingga 5,5 persen, kami melihat itu cukup realistis dan juga sejalan dengan prakiraan Bank Indonesia yang kami perkirakan tahun depan kisaran pertumbuhan ekonominya antara 4,8 persen sampai 5,8 persen," pungkas Perry.

    Adapun asumsi dasar ekonomi makro pemerintah di dalam RAPBN 2021 adalah sebagai berikut:

    - Pertumbuhan ekonomi 4,5-5,5 persen (yoy).
    - Inflasi 3 persen (yoy).
    - Tingkat suku bunga SBN 10 tahun 7,29 persen.
    - Nilai tukar Rp14.600 per USD.
    - Harga minyak mentah Indonesia USD45 barel per hari.
    - Lifting minyak 705 ribu barel per hari.
    - Lifting gas 1,007 juta barel setara minyak per hari.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id