Rugi Rp10 Triliun, Garuda Perbaiki Kinerja Seluruh Lini Bisnis

    Husen Miftahudin - 03 Agustus 2020 19:41 WIB
    Rugi Rp10 Triliun, Garuda Perbaiki Kinerja Seluruh Lini Bisnis
    Garuda Indonesia. Foto : Medcom.
    Jakarta: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membukukan rugi bersih sebesar USD712,73 juta atau sekitar Rp10,34 triliun (kurs Rp14.500 per USD) pada semester I-2020. Capaian tersebut berbanding terbalik ketimbang periode sama tahun sebelumnya yang membukukan laba bersih sebesar USD24,11 juta atau setara Rp349,59 miliar.

    Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengakui pandemi covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan. Akibat adanya pembatasan pergerakan dan penerbangan pada masa pandemi, rata-rata frekuensi penerbangan menurun drastis.

    "Dari yang sebelumnya melayani lebih dari 400 penerbangan per harinya menjadi hanya berkisar di angka 100 penerbangan per hari. Di samping itu, jumlah penumpang juga mengalami penurunan tajam hingga mencapai 90 persen," ujar Irfan dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 3 Agustus 2020.

    Oleh karenanya, sebut Irfan, emiten penerbangan nasional berkode saham GIAA itu terus memperkuat dan mengoptimalkan upaya pemulihan kinerja. Hal ini dilakukan agar dapat terjadi rebound dan memperoleh pencapaian kinerja yang semakin membaik.

    "Fokus utama kami adalah mengupayakan perbaikan fundamental perseroan secara terukur dan berkelanjutan," tegasnya.

    Irfan memaparkan upaya pemulihan kinerja perusahaan dilakukan secara menyeluruh pada lini bisnis perseroan. Meliputi langkah optimalisasi pendapatan penumpang penerbangan berjadwal, layanan kargo udara, hingga penerbangan charter.

    Di samping itu, perseroan turut menjalankan langkah strategis dari aspek pengelolaan biaya melalui upaya negosiasi biaya sewa pesawat, restrukturisasi utang, hingga implementasi efisiensi di seluruh lini operasional guna menyelaraskan tren supply dan demand di masa pandemi ini.

    Berdasarkan laporan keuangan perseroan (unaudited) yang dipublikasikan dalam keterbukaan informasi BEI, pendapatan Garuda Indonesia selama enam bulan pertama 2020 hanya USD917,28 juta, anjlok 58,18 persen dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar USD2,19 miliar.

    Capaian pendapatan usaha tersebut ditunjang oleh pertumbuhan pendapatan penerbangan tidak berjadwal sebesar 392,48 persen menjadi USD21,54 juta. Pendapatan penerbangan berjadwal tercatat sebesar USD750,25 juta. Sementara itu, perseroan membukukan pendapatan lainnya sebanyak USD145,47 juta.

    Lebih lanjut, Garuda Indonesia membukukan rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD712,72 juta. Sedangkan beban usaha perseroan berkurang menjadi USD1,64 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar USD2,10 miliar.

    "Pandemi covid-19 mengantarkan industri penerbangan dunia berada pada titik terendahnya di sepanjang sejarah. Kendati berada di tengah situasi sulit, Garuda Indonesia optimistis bahwa dengan upaya pemulihan kinerja yang telah dilakukan dan dengan dukungan penuh pemerintah serta soliditas stakeholder penerbangan, perseroan dapat terus bertahan dan kembali bangkit," tutup Irfan.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id